Penulisan rumus senyawa kimia harus sesuai dengan tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Bagi pelajar atau mahasiswa bidang IPA tentu sudah tidak asing dengan subskrip atau superskrip dalam penulisan rumus senyawa kimia tersebut. Subskrip dan superskrip adalah karakter penulisan pada masing-masing senyawa yang diatur sedikit ke bawah atau ke atas dari garis normal tulisan, yang biasanya ditampilkan lebih kecil dari pada teks normal. Angka atau huruf yang terletak di bawah garis normal tulisan disebut subskrip, sedangkan yang terletak di atas garis normal tulisan disebut superskrip. 


Menuliskan rumus senyawa kimia di halaman Ms.Word tentu sangat mudah karena sudah tersedia fitur untuk mensubskrip atau superskrip, seperti pada gambar di bawah ini:


Namun penulisan rumus senyawa kimia sedikit berbeda jika menggunakan aplikasi untuk mensitasi sumber artikel, khususnya pada penyusunan daftar pustaka. Salah satu aplikasi yang sangat familiar bagi para penulis atau peneliti adalah Mendeley. Aplikasi tersebut dapat membantu dan mempermudah mengelola sitasi artikel penelitian dan penyusunan daftar pustaka. Aplikasi Mendeley hanya dapat memahami teks bukan konteks. Sehingga masih terdapat penulisan rumus senyawa kimia yang harus diperbaiki.

Berikut adalah contoh susunan daftar pustaka dari aplikasi Mendeley yang mengandung penulisan rumus senyawa kimia (highlight warna kuning):


Menurut tata nama IUPAC, penulisan tersebut kurang sesuai dikarenakan angka yang terdapat pada unsur atau senyawa kimia masih memiliki ukuran yang sama dan letak penulisan yang sejajar dengan teks normal. Maka untuk membenarkannya penulis harus kembali ke halaman sumber artikel pada aplikasi Mendeley, kemudian menambahkan kode agar angka dalam rumus senyawa kimia dapat ter-subskrip atau superskrip, seperti di bawah ini:

Pada halaman artikel di aplikasi Mendeley (kotak merah) ditambahkan kode pada sebelum dan sesudah angka yang akan di-subskrip seperti berikut: <sub>angka</sub>. Sedangkan untuk superskrip menggunakan kode <sup>angka</sup>. 

Kemudian klik menu Sync pada icon Tab aplikasi Mendeley untuk sinkronisasi hasil pengeditan dan menghasilkan penulisan rumus senyawa kimia yang sesuai dengan aturan IUPAC:


Tahap terakhir yang dilakukan adalah me-refresh semua bibliografi yang sudah disitasi dan menghasilkan susunan daftar pustaka dengan penulisan rumus senyawa kimia yang benar sebagai berikut: 








 

Link youtube VSS 2022

Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Science Education Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Green-Sustainable Chemistry for A Better Future 

Day 1

https://www.youtube.com/watch?v=fo9rJY6Tme0&t=408s 


Day 2

https://www.youtube.com/watch?v=gtOhQVXwxHk&t=1036s 


Day 3

https://www.youtube.com/watch?v=S2lK43YWj_c 


Day 4

https://www.youtube.com/watch?v=PolXCs9i1kA 


Day 5 

https://www.youtube.com/watch?v=uzaYyELz02A 


Day 6 

https://www.youtube.com/watch?v=sX8gDa6u2Pw 




Link youtube IVC 2022

Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB 

Day 1

Session 1 = https://www.youtube.com/watch?v=gAucHFPJnOw&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=2

Session 2 =  https://www.youtube.com/watch?v=jdVAMCOvp5k&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=3

Session 3 = https://www.youtube.com/watch?v=W3_YtFRTUU0&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=4

Session 4 = https://www.youtube.com/watch?v=FT2mDvG8T84&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=5

Day 2

Session 1&2 = https://www.youtube.com/watch?v=xhuxdW5CVX4&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=1

Session 3&4 = https://www.youtube.com/watch?v=H1wYD_kHx8o&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=6

Day 3 

Session 1&2 = https://www.youtube.com/watch?v=-mpH0fLNA5E&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=7

Session 3 = https://www.youtube.com/watch?v=jAklaOcdgbA&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=9

Session 4 = https://www.youtube.com/watch?v=65YABf1Agn8&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=8

Day 4

Session 1&2=https://www.youtube.com/watch?v=d7k3J06qeBU&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=10

Session 3 = https://www.youtube.com/watch?v=N4f8vR4rhII&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=11

Session 4 = https://www.youtube.com/watch?v=S8mDlxoYSmA&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=12

Day 5 

Session 1 = https://www.youtube.com/watch?v=f8pFwIXphn4&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=13

Session 2 = https://www.youtube.com/watch?v=CYiUehERHqU&list=PL7S0u29OIhnagKhnJybYyKcy8tffAWEc3&index=14


pict source: https://id.pinterest.com/pin/775745104538560702/

 Alat:

  1. Hand refractometer
  2. Spatula
  3. Lampu
  4. Botol Semprot

Bahan: 

  1. Sampel liquid
  2. Aquades

Tahap analisa:

  • Siapkan hand refractometer
  • bersihkan permukaan kaca dengan aquades
  • keringkan dengan tisu sampai bersih
  • lakukan proses kalibrasi

Semprotkan aquades ke atas permukaan kaca prisma hand refractometer, kemudian tutup. Nyalakan lampu duduk dan arahkan hand refractometer ke arah lampu. Lihatlah angka yang terbaca (nilai 0). Kalibrasi selesai. 

  • keringkan permukaan kaca prisma dengan tisu bersih
  • letakkan sampel cair di atas permukaan kaca
  • tutup kaca 
  • atur range skala pengukurannya:

no 1. skala brix 0-42%

no 2. skala brix 42-71%

no 3. skala brix 71-90%

  • nyalakan lampu duduk dan arahkan hand refractometer di atasnya
  • lakukan pembacaan angka pada sampel 

pict source: pexels

Analisa kadar garam biasa dilakukan ke dalam sampel yang mengandung garam/ NaCl. Analisa ini bertujuan untuk mengetahu kadar kandungan garam pada suatu produk. Beberapa contoh kegiatan analisa ini dilakukan di industri makanan ringan dan ikan asin. 

Berikut merupakan alat, bahan dan tahap analisa kadar garam :

Alat: 

  1. Neraca analitik
  2. Spatula
  3. Kaca arloji
  4. Corong
  5. Labu ukur 200 mL
  6. erlenmeyer 100 mL
  7. Pipet volume 10 mL
  8. Pipet mikro 5 dan 10 mL
  9. Gelas beker 100 mL
  10. Botol Semprot 

Bahan: 

  1. Sampel (yang mengandung garam)
  2. Reagen AgNO3 0,1 N
  3. Indikator K2CrO4 4%
  4. Aquades

Tahap analisa:

  • timbang sampel ke gelas arloji 
2 g untuk sampel kadar garam <5%
1 g untuk sampel >5 sd 25%
0,5 g untuk sampel >25%

  • larutkan sampel dengan aquades ke dalam labu ukur 200 mL, tambahkan sampai garis miniskus
  • dikocok hingga larut sempurna
  • diambil larutan tersebut sebanyak 10 mL dengan pipet volume 
  • dimasukkan ke dalam erlenmeyer
  • ditambahkan dengan 2 tetes indikator K2CrO4 4%
  • dititrasi dengan larutan AgNO3 0,1 N sampai mencapai titik ekuivalen
  • dicatat volume larutan AgNO3 yang digunakan pada saat titrasi
  • dihitung kadar garam dengan rumus:
Kadar garam = ((Vol AgNO3 x N AgNO3 x BM NaCl x FP)/(berat sampel x 1000)) x 100%

note :

BM NaCl = 58,5

FP = Faktor pengenceran

Analisa Kadar Garam

by on Juli 06, 2022
pict source: pexels Analisa kadar garam biasa dilakukan ke dalam sampel yang mengandung garam/ NaCl. Analisa ini bertujuan untuk mengetahu k...

pict source: pexel

Tepung terigu memiliki kandungan protein yang tidak dapat larut dalam air yang disebut sebagai wheat gluten. Kadar tersebut dapat digunakan untuk menentukan kualitas tepung terigu yang digunakan.

 

Kadar gluten penting untuk dianalisis dalam beberapa produksi makanan yang menggunakan bahan dasar tepung terigu. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan mutu yang dihasilkan dalam setiap produk. Dengan adanya analisis kadar gluten maka dapat diketahui apakah tepung terigu yang digunakan sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan atau tidak. Pengawasan mutu pada tepung terigu dapat dilakukan dengan berbagai metode analisa, baik dengan analisa kimia, fisika dan juga organoleptik yang terdiri dari cek kondisi warna, bentuk, bau serta terdapat serangga atau kotoran lainnya. 

 

Proses pengujian kadar gluten sebagai berikut :


Alat : 


1. Spatula

2. Mangkok melamin

3. Neraca analitik

4. Botol semprot

5. Kertas whatman 40 mm

6. Oven

7. Desikator

8. Penjepit dan serbet


Bahan :


1. Tepung terigu

2. Aquades/air

3. NaCl 0,1 N


Tahap analisa :

  • ditimbang sampel sebanyak 10 g di dalam mangkuk melamin
  • ditambahkan sedikit demi sedikit larutan NaCl 0,1 N sampai menjadi adonan (adonan dianggap selesai bila sudah kalis)
  • direndam adonan ke dalam air selama ± 2 jam
  • dibersihkan dan dicuci dengan air mengalir adonan tersebut dari sisa patinya sampai diperoleh gluten yang bersih (untuk mengetahui gluten sudah bersih dapat memeras gluten di dalam air bersih. Bila air bilasan masih keruh berarti gluten masih mengandung sisa-sisa pati)
  • siapkan kertas saring whatman dan ditimbang
  • keringkan gluten yang sudah bersih dengan serbet kering agar kadar airnya berkurang
  • letakkan gluten dan kertas saring yang sudah ditimbang beratnya di atas neraca analitik
  • catat berat gluten
  • dimasukkan sampel tersebut ke dalam oven selama 30 menit pada suhu 170°C
  • dikeluarkan sampel dari oven
  • dimasukkan ke dalam desikator
  • ditimbang sampel yang telah dikeringkan dan didinginkan pada suhu ruang
  • dihitung kadar dry dan wet gluten dengan rumus:  

% dry gluten = ((Berat kertas saring + gluten hasil oven) - (Berat kertas saring)/Berat sampel tepung) x 100%
% wet gluten = (Berat gluten basah/berat sampel tepung) x 100%

nb : berat dalam satuan gram