Belajar untuk Kembali: Dari Laboratorium Menuju Solusi Nyata bagi Indonesia


Sebagai peneliti muda di bidang Kimia Material, saya memiliki impian besar untuk mengembangkan katalis heterogen berbasis biomassa guna mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia. Saya percaya LPDP adalah jalan strategis untuk memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus pengabdian saya bagi Indonesia.

Ketertarikan saya pada katalis bermula dari riset sarjana yang lolos PKM di UIN Malang. Katalis memiliki peran sentral dalam mempercepat reaksi kimia dengan efisiensi tinggi dan aplikasi luas, mulai dari industri hingga solusi lingkungan. Riset tersebut memberikan pemahaman teoritis, namun saya menyadari perlunya pengalaman praktis di lapangan. Saya berkesempatan memperluas pemahaman kimia di industri melalui program magang di Laboratorium Energi PLTU PT.PJB UP Paiton (2016). Saya terlibat pada proses analisis bahan baku dan pemantauan sistem pengolahan air limbah industri yang menyadarkan bahwa aspek tersebut masih menjadi tantangan besar nasional. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), sekitar 80% air limbah di dunia dibuang tanpa pengolahan layak, mencapai 380 miliar m3 per tahun, sehingga menimbulkan resiko serius bagi kesehatan ekosistem dan manusia. Kondisi ini mendorong saya meneliti sintesis fotokatalis untuk degradasi zat warna cair pada tugas akhir sarjana yang dipresentasikan dan dipublikasikan dalam IOP Proceeding (terindeks Scopus) pada International Conference on Advanced Material for Better Future di UNS Solo.


Minat saya terhadap katalis berlanjut saat menempuh studi Magister Kimia Anorganik di ITS, di bawah bimbingan Prof. Dr. rer.nat Irmina Kris Murwani, M.Si, dengan fokus katalis logam fosfat untuk konversi selulosa menjadi 5-HMF. Riset tersebut saya presentasikan pada 1st ICoB, UNHAS 2021 dan 3rd CoSCI, UNAIR 2022. Kemudian menghasilkan publikasi kedua di Journal of Environmental Science and Sustainable Development, UI 2023. Saya juga mengikuti pertemuan ilmiah seperti Summer School Green Sustainable Chemistry (UPI, 2022) dan International Virtual Course Nanoscience and Nanotechnology (ITB, 2022), yang memperluas perspektif riset global yang sangat relevan untuk melanjutkan studi doktoral di bidang kimia material.


Menyadari bahwa apa yang telah saya lakukan belum bisa menjangkau semua kalangan, saya menyederhanakannya ke dalam bahasa populer dan mengabadikan perjalanan saya. Saya menulis beberapa buku berjudul, 1) Seng Oksida (ZnO) dan Aplikasinya pada Degradasi Metilen Biru, 2) autobiografi, Self-Care: Latar Luas Mengenal Diri dan Andai Sekali Saja Jadi Aku, 3) bookchapter, tentang Al-Ghazali berjudul Kimiyatus Sa’adah: Molekul Kebahagiaan Al-Ghazali. Dengan karya tulis sederhana ini, saya berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memahami kimia, serta menginspirasi generasi muda agar melihat ilmu ini tidak hanya sebagai teori yang kompleks, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang bermakna dan membumi.


Sebagai bagian dari komunitas masyarakat, saya terlibat aktif sebagai Ketua Divisi Internal dan Eksternal Kelurahan LPDP ITS, serta Ketua Divisi Manajemen Aset Cantrika Foundation, yayasan yang diinisiasi oleh awardee LPDP Santri, yang telah memberdayakan lebih dari 150 santri melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Jejaring pasca studi saya lanjutkan melalui kepengurusan Mata Garuda (MG) Jatim sebagai Ketua Divisi Manajemen SDM dan Data Center, termasuk berhasil merealisasikan proker pembuatan SOP permintaan data MG Jatim dan menginisiasi upgrading kepengurusan yang belum ada pada periode sebelumnya. Selain memperluas jejaring relasi, saya juga dapat meningkatkan soft skill seperti kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu dan adaptasi. Dari perjalanan ini semakin membuktikan bahwa LPDP bukan sekedar tentang kesempatan belajar, tetapi ruang berkumpulnya partikel terbaik bangsa dalam membangun masyarakat Indonesia.


Saya juga percaya jejaring yang kuat tidak hanya memperluas kolaborasi, tetapi juga membuka ruang-ruang pembelajaran yang saling memberdayakan. Karena itu, saya aktif di organisasi relawan Daya Muda. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya perspektif sosial saya, tetapi juga memperkuat keyakinan bahwa ilmu pengetahuan, khususnya sains, perlu dihadirkan secara inklusif sejak usia dini, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil. Pengalaman mengajarkan sains dasar di SD terpencil membuka mata saya akan potensi besar anak-anak daerah jika diberi akses pendidikan yang merangsang rasa ingin tahu dan berpikir kritis. Anak-anak mulai menunjukkan minat belajar yang lebih besar, sementara para guru terinspirasi untuk mereplikasi pendekatan berbasis eksplorasi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar mereka. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kolaborasi tim relawan. Saya pun belajar bahwa intervensi sederhana jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif dapat menumbuhkan perubahan nyata. Semua ini saya lakukan sebagai bentuk kontribusi nyata atas ilmu dan kesempatan yang telah saya peroleh.


Pengalaman mengajar saya peroleh sebagai tutor di LBB dan asisten laboratorium untuk mata kuliah Kimia Dasar dan Termodinamika. Yang paling berkesan adalah ketika saya bergabung dalam tim perancang media pembelajaran laboratorium daring selama masa pandemic Covid-19, termasuk pengembangan aplikasi praktikum Kimia online lengkap dengan sistem evaluasinya. Pengalaman ini tidak hanya melatih kemampuan mengajar saya, tetapi juga menumbuhkan semangat berinovasi dalam dunia pendidikan. Saya menjadi lebih peka terhadap perbedaan gaya belajar mahasiswa. Hal ini mendorong saya untuk membuat pembelajaran kimia yang lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kehidupan nyata.


Saat ini, saya aktif di divisi internal OWSD Indonesia National Chapter, menangani pengelolaan keanggotaan, komunikasi dan koordinasi informasi kegiatan atau program internal. Melalui organisasi ini, saya berjejaring dengan para peneliti perempuan di seluruh Indonesia, serta berbagi keilmuan melalui seri webinar dan sharing session tentang kerja sama penelitian dan informasi beasiswa internasional.


Saya juga tergabung dalam Skriptoria, sebuah social enterprise bidang humaniora lingkungan, sebagai manager program kursus, pelatihan dan sertifikasi di Skriptoria Institute. Keterlibatan ini memperkuat pemahaman saya akan pentingnya pendekatan interdisipliner antara sains, regulasi, dan pemberdayaan masyarakat. Selain terlibat dalam pelatihan legalitas UMKM, saya juga mulai merancang kajian awal penelitian kadikologi manuskrip kuno berbasis kimia material melalui studi literatur dan diskusi dengan para ahli, khususnya terkait tinta, usia kertas, dan penyimpanan manuskrip. Meski belum melakukan penelitian langsung, saya menyusun desain riset yang mengintegrasikan pendekatan filologis, historis, dan kimia material, khususnya memahami degradasi bahan organik dan anorganik dalam tinta dan media tulis kuno. Pengalaman ini memperkuat minat saya terhadap penerapan kimia, baik dalam pengembangan produk UMKM yang sesuai aturan hingga pelestarian warisan budaya. Hal ini mendorong saya untuk melanjutkan studi doktoral dengan fokus pada pengembangan material yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat.


Rencana studi doktoral saya akan difokuskan pada sintesis material komposit berbasis biomasa dari limbah batang pisang sebagai material fotokatalitik yang efektif, murah, dan aplikatif untuk pengolahan limbah cair berwarna. Inovasi ini tidak hanya memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber daya bernilai tinggi, tetapi juga membuka peluang teknologi terapan yang dapat digunakan di industri yang belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai. Bagi saya, kimia bukan sekedar ilmu, tetapi sarana untuk menjembatani antara pengetahuan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Urgensi dari riset ini sangat relevan dengan kebutuhan nasional, mengingat Indonesia masih kekurangan teknologi pengolahan limbah skala kecil-menengah yang efisien dan berkelanjutan.


Motivasi tersebut mendorong saya untuk melanjutkan studi doktoral di Program Doktor Ilmu Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan fokus pada bidang Kimia Anorganik, khususnya pengembangan material katalis berbasis biomassa. ITS adalah institusi terkemuka dengan akreditasi Unggul dan program Doktoral Kimia berakreditasi A, menjadikannya ekosistem riset yang kompetitif dan kolaboratif. Laboratorium Kimia Material dan Energi, yang akan menjadi tempat saya perencanakan penelitian disertasi, memiliki berbagai instrument dan alat karakterisasi yang sangat menunjang riset material katalitik. Dibawah bimbingan calon promotor, Prof. Dr. Didik Prasetyo, S.Si., M.Sc, yang merupakan peneliti terkemuka dengan h-indeks publikasi tertinggi di Departemen Kimia ITS, saya mengajukan rencana proposal disertasi berjudul “Sintesis Material Komposit Fungsional Ganda CuAl-LDH/CNC Berbasis Limbah Batang Pisang untuk Degradasi Zat Warna Berbasis Cahaya Tampak“ yang telah saya konsultasikan dan mendapat respon positif sebagai bagian dari penguatan topik riset katalis hijau berbasis material lokal. Pengembangan material berbasis biomassa yang saya teliti juga memiliki potensi sebagai bagian dari teknologi material maju dan energi bersih. Selain untuk pengolahan limbah cair berwarna dari industri tekstil dan batik, struktur komposit CuAl-LDH/CNC juga berpotensi dikembangkan untuk aplikasi produksi hidrogen fotokatalitik, fuel cell, atau konversi biomassa menjadi bahan bakar cair. Dengan demikian, hasil riset ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka kontribusi pada sektor strategis energi dan material maju yang menjadi prioritas nasional menuju transisi energi hijau.


Menjadi bagian dari kelompok riset beliau memberikan peluang besar untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan lingkungan dan industri di Indonesia. Tim riset Prof Didik juga aktif menjalin kerja sama internasional dengan Universitas Teknologi Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Brunei Darussalam, yang membuka potensi kolaborasi riset lintas negara dan pengembangan teknologi berkelanjutan yang luas.


Selama proses studi, saya juga berencana untuk terlibat aktif dalam kegiatan seperti workshop peningkatan akuntabilitas publikasi ilmiah dan giat melakukan riset dan mendeseminasikan hasilnya dalam konferensi/seminar nasional dan internasional serta menargetkan publikasi artikel ilmiah berupa jurnal bereputasi sebagai referensi bagi pengembangan teknologi ramah lingkungan berbasis biomassa untuk pengolahan limbah industri, khususnya sektor batik, serta pengembangan material maju di Indonesia.


Selepas studi, saya berkomitmen untuk kembali dan mengabdi sebagai dosen Kimia Anorganik di perguruan tinggi Indonesia di tahun 2030. Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pendidikan dan pengajaran, saya akan melakukan pengajaran tentang pengembangan material komposit fungsional dan membentuk kelompok mentoring penulisan karya ilmiah untuk diikutkan dalam kompetisi seperti PIMNAS. Hal ini sebagai salah satu upaya melibatkan generasi peneliti muda dalam proyek riset dan praktikum sehingga mampu menghubungkan teori yang diajarkan dengan praktik di lapangan.


Selain mengajar dan membimbing riset mahasiswa, dalam penelitian Tri Dharma Perguruan Tinggi, saya juga akan memperluas jejaring relasi dengan bekerja sama dengan institusi atau stakeholder yang bergerak dalam pengembangan riset dan teknologi berbasis biomassa, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya pada Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk. Saya memiliki rencana untuk bermitra dengan industri batik berbasis UMKM untuk menerapkan hasil riset fotokatalis dalam pengolahan limbah. Fokus kontribusi ini akan saya arahkan pada hilirisasi riset bersama dengan BRIN dan Kementrian Perindustrian untuk mendukung pengembangan material maju berbasis biomassa.


Pada aspek pengabdian masyarakat, saya berkomitmen menjadikan hasil riset sebagai solusi nyata yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya dalam bidang kimia berkelanjutan. Sebagai anggota aktif OWSD Indonesia National Chapter, saya turut serta dalam program kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di daerah yang bertujuan untuk mendekatkan sains aplikatif kepada masyarakat melalui eksperimen sederhana. Ke depan, saya berencana memperkuat program ini dengan mengintegrasikan hasil riset saya tentang katalis biomassa untuk pengolahan limbah zat warna, melalui serial edukasi publik seperti “From Banana Waste to Clean Water” yang dikemas melalui kegiatan workshop mini di sekolah atau pesantren dan pembuatan video edukasi.


Selain itu, saya berencana menginisiasi pembentukan unit riset kolaboratif “Women in Green Chemistry” di OWSD Indonesia sebagai wadah sinergi peneliti perempuan lintas institusi yang fokus pada pengembangan material ramah lingkungan dari sumber daya lokal. Langkah-langkah inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan menjadi pengabdian yang berdampak, mendorong literasi sains masyarakat, dan memberdayakan komunitas akademik dan non akademik dalam pembangunan berkelanjutan berbasis sains, sehingga dapat menghubungkan riset, masyarakat, dan pengambilan kebijakan dalam bidang kimia material berkelanjutan. Output kegiatan-kegiatan diatas kemudian dikemas dalam platform sosial media sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya sains berkelanjutan dan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.


Riset saya mendukung pengembangan industri material maju dan teknologi lingkungan berbasis biomassa sebagai bagian dari transisi ekonomi hijau nasional. Melalui kontribusi ini, saya ingin menjembatani laboratorium dan industri agar ilmu yang saya tekuni berdampak nyata bagi masyarakat. Kemudian dalam jangka panjang, saya menargetkan menjadi Guru Besar di bidang Kimia Anorganik dengan kepakaran pada material katalis berbasis biomassa untuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan.


Hadirnya beasiswa LPDP memberikan saya harapan yang kuat untuk dapat melakukan riset dan pendidikan lanjut doktoral. Pada Juni 2024, saya menjadi penerima beasiswa persiapan studi dari NU Scholarship, Lakpesdam PBNU. Program tersebut membekali saya dengan bimbingan dan pelatihan Bahasa Inggris, penulisan proposal riset, CV, serta persiapan studi global yang memperkuat kesiapan akademik dan mental sebelum melanjutkan pendidikan doktoral. Saya bertekad tidak hanya akan belajar, tetapi juga memperluas pengetahuan dan jejaring internasional untuk dikembangkan di Indonesia.


Saya sadar kontribusi saya mungkin belum besar, dan tentu perjalanan ini tidak mudah. Namun dengan dukungan LPDP dan jejaring yang saya bangun, saya optimis dapat menjembatani ilmu pengetahuan dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bagi saya, perubahan berkelanjutan berawal dari penerapan ilmu yang relevan dan solutif di tingkat akar rumput. Inilah kontribusi yang ingin saya persembahkan: riset yang berdampak, pendidikan yang memberdayakan, dan ilmu yang bermanfaat. Dengan tekad ini, saya siap kembali dan berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045 yang lebih hijau, berdaulat, dan berkelanjutan.

Terima kasih.

(Essay ini disusun sebagai referensi pembelajaran dan tidak diperkenankan untuk disalin, dipublikasikan ulang, atau disalahgunakan tanpa izin, khususnya dalam konteks pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.)


#LPDP2025-Royyan Faradis, Doktoral DN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar