Tampilkan postingan dengan label Scholarship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scholarship. Tampilkan semua postingan

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menghadirkan satu program baru untuk para kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan jalur beasiswa. 


Melalui NU Scholarship (NUS), diharapkan dapat membersamai seluruh kader muda NU dalam mempersiapkan segala syarat administrasi dalam mendaftar beasiswa studi ke luar negeri, baik jenjang magister (S2) ataupun doktoral (S3). Bpk. H. Ulil Abshar Abdalla, MA (Gus Ulil) selaku ketua PBNU bidang pendidikan menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah pionir yang diinisiasi oleh Lakpesdam PBNU dalam mengupayakan kebangkitan abad kedua NU dalam hal pengembangan sumber daya manusia khususnya kader muda NU yang dapat bersaing dan unggul. 


Hasanuddin Ali, Ketua Lakpesdam PBNU, juga menyampaikan bahwa program pendampingan ini memberi prioritas pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), meskipun tidak menutup kemungkinan sangat terbuka bagi kader muda NU yang memiliki bidang minat studi selain itu. 


Proses pendaftaran program NUS ini tidak singkat, diawali dengan serial webinar dari para pengurus NU yang sedang menempuh pendidikan tinggi dengan skema beasiswa, yang tersebar pada beberapa zona yakni Amerika-Eropa, Asia, dan Australia-New Zealand. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan seleksi wawancara. 


Program NUS ini akan memberikan beberapa keuntungan kepada penerimanya, diantaranya adalah mentoring pengajuan beasiswa, pemantapan bahasa inggris secara intensif, official test IELTS, dan coaching clinic dengan mentor yang profesional dan ahli pada bidangnya. Tentu dengan berbagai agenda dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para calon penerima beasiswa luar negeri. 


Hari Selasa, 07 November 2023, telah dilakukan technical meeting secara online kepada seluruh penerima beasiswa NUS kali ini. Dihadiri oleh Gus Ulil selaku ketua PBNU bidang pendidikan, Pak Hasanuddin Ali selaku ketua Lakpesdam PBNU, Gus Muhammad Syauqillah selaku direktur program NUS, serta seluruh tim dan panitia penyelenggara beasiswa NUS, memberikan pengarahan dan penjelasan secara detail terkait program beasiswa tersebut. Terdapat 20 penerima beasiswa NUS yang diperoleh dari hasil seleksi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Grand Opening dan peluncuran NU Scholarship pada hari Senin, 20 November 2023, di gedung PBNU lt.8 Jakarta Pusat yang dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Dr. KH. Yahya Cholil Staquf. 


Tentu ini merupakan program yang sangat berharga bagi kami, para kader muda NU. Kami sangat berharap melalui beasiswa NUS ini dapat meningkatkan kualitas diri dalam mempersiapkan kompetensi untuk memenuhi kriteria sebagai kandidat penerima beasiswa baik S2 atau S3 di luar negeri. Sehingga kader muda NU dapat menjadi generasi intelektual yang berkualitas dan menjadi sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan peradaban global di Indonesia bahkan dunia. 

Technical meeting (Zoom)


Peluncuran NU Scholarship


PK-144 Bersama PIC dan tim LPDP

"Kita bertemu untuk dipisahkan, dan kembali membawa kemenangan"
Juli 2019,
Kegiatan yang tidak asing bagi kami, penerima beasiswa LPDP untuk melakukan Persiapan Keberangkatan (PK). Katanya, ini kegiatan paling menyedihkan. Karena kita dipertemukan untuk dipisahkan. Begitu kata mas muklis, MC kondang PK sepanjang abad. Kalo dilihat dari pesan tersirat yang selalu disampaikan oleh perwakilan angkatan kepada kami, PK ini bertujuan agar kita bisa bermain bersama dengan antar awardee, saling sayang dengan tim LPDP, dan juga saling ambil pengalaman dan ilmu dari tokoh-tokoh kelas atas yang hadir pada acara PK kali ini.

Rasa cinta itu tumbuh dengan cepat diantara kami. Kegiatan PK berlangsung dari tanggal 22-29 Juli 2019. Persis dua hari sebelum PK kami bertemu di gedung PBNU Jakarta untuk melakukan segala persiapan menjelang hari yang katanya super kaku dan terjadwal ketat. Istimewanya, aku merasakan kehangatan pada perjumpaan pertama, duh dekk !. Kalian begitu akrab secara cepat. Aku merasakan hal yang beda saat kita bisa berkumpul dan memutuskan untuk melakukannya bersama dengan sepenuh rasa.  Dua hari di gedung PBNU kami manfaatkan untuk latihan, mempersiapkan dekorasi ruangan, dan mempersiapkan penampilan by you for you yang memang dimandatkan kepada kami, peserta PK.

Tepat pada hari Senin, 22 juli 2019 pukul 07.30 WIB kami mulai menyebrang jalanan Jakarta yang lebarnya bisa buat parkir enem kapal pesiar haha. Karena kebetulan lokasi PK kami berada di Hotel Acacia, sebrang jalan dari gedung PBNU Jakarta Pusat. Lumayan ngirit, karena mobilisasi menuju lokasi hanya butuh tukang penyebrang jalan, yang kebetulan pun dari teman-teman kita, ehe.

Hari pertama, lumayan berkeringat dingin, grogi mungkin yah. Karena dari aku pribadi, ini adalah awal aku melangkah di salah satu mimpi terbesar dalam 22 tahun ini. Pagi ini dan sampai selanjutnya, harus kutata niat bersih agar bisa ikhlas dan bahagia dalam menjalani. Karena menjadi penerima beasiswa LPDP Afirmasi Santri 2019 dimulai pada hari ini, kataku pada saat itu. Kami mulai memasuki hotel dengan pakaian rapi dan disambut langsung dengan peraturan-peraturan yang harus kami taati dalam menjalankan kegiatan PK kali ini. 'Berkumpulnya per kelompok yah, nanti ketua nya akan kasih tau beberapa hal penting", kata mas Gilang selaku ketua angkatan kami.

Setelah beberapa keperluan kelompok kecil dibagikan kepada kami, kami mulai memasuki ruangan megah berlampu kristal modern dengan pencahayaan yang mewah. Tidak hanya itu, banyak tim LPDP yang sudah sangat ramah menyambut kedatangan kami. Namun tidak berlangsung lama, lampu-lampu tersebut padam seiring dengan semakin kerasnya suara musik yang mengharuskan kita untuk ikut bernyanyi dan melompat lincah. Deg ! pas tau mikrofon uda ada di depan wajah karena petugas LPDP mengajakku untuk maju kedepan ikut bernyanyi. Aku masih ingat, salah satu lagu yang membuat semua bersorak adalah 'Ku Petik Bintang' yang dibawakan oleh Sheila on 7. Parah, suasananya sangat pecah ! Rasa bahagia dan syukur yang sangat dalam bisa aku lihat dari wajah keluarga baruku, keluarga PK-144. Setelah itu, kami langsung mendengarkan sambutan istimewa dari PIC PK, Bapak Rafi. PIC dan tim LPDP merupakan satu bagian kecil dalam kepengurusan PK LPDP yang setia melakukan pendampingan dan koreksi terhadap persiapan acara kami. Beliau memaparkan susunan acara dan peraturan selama kegiatan PK berlangsung. Salah satu kewajiban peserta yang paling aku suka adalah harus mengnonaktifkan ponsel selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut mengharuskan kami untuk fokus selama acara.

Singkatnya, dalam lima hari kegiatan PK selalu dimulai pada pukul 05.10 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB. Belum lagi mengerjakan daily report yang harus selesai sebelum pukul 03.00 WIB keesokan harinya, yang membuat kami lembur sampai menjelang pagi. Selain itu, ada juga hal baru bagi kami untuk melakukan absensi tiap sesi. Tiap peserta wajib menempelkan stiker smiley pada kolom yang disediakan dan tidak boleh diwakilkan. Ketika lagu Classcall bunyi, itu bertanda kami semua harus bersiap untuk memasuki ruangan. Agenda sangat padat. Waktu break hanya untuk sholat dan menyantap snack yang telah tersedia di depan ruangan. Tidak ada waktu untuk leyeh-leyeh di kamar, apalagi tidur siang hihi. Bahkan izin ke toilet aja pake kartu, biar izinnya ga grombolan sih.. antisipasi rumpi di kamar mandi hehe . Terkecuali untuk ibu hamil dan menyusui ada waktu khusus untuk mereka pergi ke kamar mandi.

Sepanjang PK berlangsung, ada banyak pemateri yang didatangkan oleh tim LPDP untuk kami. Diluar ekspektasi ! Pemateri-pematerinya high class semua. Syukur yang sangat dalam kami panjatkan karena kami bisa bertemu, berdiskusi dan mendapatkan ilmu secara langsung dari orang-orang hebat yang mempunyai semangat dalam memberikan kontribusi sangat besar bagi kemajuan segala bidang di Indonesia. Di hari ke empat yang ga kalah seru, kami berangkat ke Bandung. Kece banget ! kami dihadirkan beberapa perahu angin ehe Yay, today is rafting time. Kemudian dilanjutkan mengunjungi salah satu pesantren yang mengaamalkan "tarekat sayuriyah" hehe. Pesantren Al-Ittifaq namanya. Terletak di Ciwidey Bandung yang diasuh oleh KH. Fuad Affandi. Pesantren tersebut memiliki keunggulan dibidang agribisnis. Beberapa hasil kebun pribadinya dapat dipasarkan kedalam supermarket besar di kota Bandung. Banyak dawuhan yang di berikan oleh mang aji, panggilan akrabnya, kepada kami semua. Ringkasan pesan yang disampaikan kepada kami tentunya agar kami dapat mempersiapkan masa depan yang tegas dan percaya diri. Karena santri harus bisa menempatkan diri dimanapun dan kapanpun, dawuh beliau. Terimakasih mang, semoga selalu diberi umur dan rizki yang barokah Amin.

Tak terasa, tanggal 29 Juli sangat cepat menghampiri. Kayaknya baru kemarin perkanalan di gedung PBNU, sekarang uda hari terakhir PK aja. Tepatnya hari Jumat, seperti biasa acara dimulai pada pukul 05.10 WIB. Materi hari pertama masih berjalan seperti biasa. Menjelang pukul 14.00 WIB suasana semakin layu, namun tetap dengan semangat yang sama. Satu dua prosesi penutupan kami lakukan. Diawali dengan pembacaan kategori peserta ter bla bla bla, kemudian pembacaan doa khotmil Quran, dan pemotongan tumpeng oleh PIC dan tim LPDP. Tidak lupa ditutup dengan sambutan dari ketua angkatan PK-144 Mas gilang dan juga PIC PK LPDP Bapak Rafi. Sisa waktu terakhir digunakan untuk saling meminta maaf dan berpelukan menumpahkan kesedihan. Masih sangat ingat betul, bagaimana wajah mereka pertama kali bisa mengambil keseluruhan hatiku untuk ku bagi dengan rata. Sekarang, udah mau pisah aja buat berangkat ke kampus tujuan masing-masing. Rek, aku rindu hari itu !

Tidak akan bisa singkat jika aku harus mengisahkan kehebatan kalian, kasih sayang kalian, dan pelukan-pelukan kalian. Berjalanlah sejauh mungkin, karena di kilo meter berapapun wajah dan lambaian tangan kalian masih aku dapatkan.
Teruslah berjuang demi Indonesia yang kaya dengan warna
Demi Indonesia yang kaya dengan laut
Demi Indonesia yang kaya dengan sawah
Demi Indonesia yang kaya dengan hutan
Demi Indonesia yang kaya dengan budaya
Demi Indonesia yang kaya dengan cinta
Dan demi Indonesia yang menjadi tempat aku, kamu, kalian kembali.

Mbak, Mas, keluarga PK ku semua.. titip doa untuk aku yang hanya bisa jadi embun dikala hujan sudah turun. Salam metamorfosa dariku, adik kandung dari lain ibu dan ayah tapi tetap satu darah.


Cantrikabhinaya Nagarajaya ! Indonesia, Aku pasti mengabdi. 


Sultan Baabullah


OASE

PK-144 Bersama Bpk Rionald Silaban

PK-144 Bersama Habiburrahman El Shirazy dan Gus Prie GS

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Ittifaq


Halo Scho Hunter !
Kalo ngomong tentang Beasiswa, pasti udah gak asing denger sertifikat bahasa sebagai syarat utama seleksi administrasi. Dan ceritaku kali ini memutuskan untuk ikut tes TOEFL ITP tidak lain karena aku ingin daftar salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia, yah beasiswa LPDP.

Butuh effort yang lebih buat dapetin score yang aku inginkan (karena dulu ngga pernah serius buat belajar bahasa asing, akhirnya sekarang menyesal :( jangan di contoh). Kalo jasa atau penyedia tes TOEFL sebenernya sangat banyak. Tapi pada saat itu aku mencari yang certified ETS, artinya dia dikeluarkan langsung dari Amerika Serikat. Menurutku sih paling aman emang ikut tes TOEFL ITP yang di keluarkan oleh ETS, karena kalian bakal dapat keuntungan yang lebih. Selain itu karena beasiswa LPDP syaratnya pakai sertifikat tersebut. Namun jika kalian mendaftar beasiswa dengan sertifikat bahasa asing yang tidak certified ETS, kalian bisa tes di beberapa lembaga yang menyediakan tes TOEFL jenis Proficiency. Harganya lebih murah, jenis soalnya juga lebih mudah ehehe.

Jika kalian belum tau jadwal penyelenggara tes TOEFL tersebut, kalian bisa klik "jadwal tes TOEFL ITP" di google, terus klik hasil paling atas (website IIEF) atau kalian bisa klik disini. Di halaman tersebut kalian bisa tau nomor telepon penyelenggara dan kapan akan dilaksanakan tes TOEFL ITP terdekat di kota kalian masing-masing.

Kuota tiap tes TOEFL ITP biasanya hanya 20 peserta, jika sudah penuh kalian akan di alihkan ke periode berikutnya. Selain itu score nya bisa keluar kurang lebih 14 hari kerja, jadi bagi kalian yang membutuhkan score cepat, pertimbangkanlah sebelum memilih tanggal tes. Agar score dapat keluar sebelum penutupan pendaftaran beasiswa.

Harga TOEFL ITP bervariasi. biasanya sekitar Rp.450.000-550.000. Persyaratan pendaftaran hanya mengisi formulir, identitas diri (KTP/SIM/Pasport), dan foto 3x4 (optional). Selain itu yang paling penting adalah belajar sebelum perang haha.

TOEFL ITP terdiri dari tiga bagian tes. Ada listening, sructure, dan reading. Mereka merupakan saudara yang tak dapat dipisahkan. Karena jika salah satu bernilai rendah, maka akan berpengaruh besar pada hasil akhir score yang kalian dapatkan :')

Untuk beasiswa LPDP, ada beberapa score minimum yang ditentukan bagi pendaftar:
Beasiswa Reguler Dalam Negeri
Magister : TOEFL ITP 500
Doktoral : TOEFL ITP 530

Beasiswa Afirmasi Dalam Negeri
Magister : TOEFL ITP 400
Doktoral : TOEFL ITP 450

Kuncinya kalian harus sering berlatih, agar tidak gugup dengan macam soal yang diberikan. Karena waktu yang diberikan pada saat tes akan terasa semakin cepat dari biasanya (padahal ya jumah menitnya normal haha grogi mungkin ya). Bahkan tiap pagi setelah sholat subuh aku selalu dengerin audio listening. Entah dari youtube, lagu yang berbahasa asing, bahkan sampai aku download film yang tanpa subtitle. Semua itu sengaja aku tekuni menjelang ikut tes TOEFL ITP.

Kalian harus mempersiapkan dengan matang. Mengikuti beberapa kali les salah satu usahaku sebelum memutuskan untuk mengikuti real test. Selain itu kalian juga bisa membeli buku latihan soal-soal TOEFL, agar kalian terbiasa dengan berbagai macam soal. Pengalaman pribadiku, aku sampai mengikuti tes TOEFL ITP sebanyak 4 kali, karena selalu gagal mendapatkan score yang menjadi target beasiswaku. Tapi jangan kuatir, jika kalian bersungguh-sungguh dan optimis, maka kalian akan mendapatkan score itu dengan mudah.

Tips pada saat pelaksanaan tes:
- Bawa persediaan alat tulis lebih dari satu
- Bawa persyaratan pada saat pendaftaran (identitas dan kuitansi pembayaran)
- Fokus pada saat listening, usahakan duduk di dekat sound agar pendengaran tidak terganggu)
- Manfaatkan waktu pada bagian structure dan reading untuk memaksimalkan jawaban. Karena pada saat itu aku dapat menyelesaikan reading lebih cepat, jadi sisa waktunya aku gunakan untuk melengkapi jawaban structure yang sudah aku beri tanda dan belum aku isi di lembar jawaban.
- Tips mengerjakan reading, baca dulu soalnya baru memahami bacaannya, dari hal kecil tersebut aku dapat menyelesaikan reading lebih cepat dari waktu yang di sediakan.

Sekian dulu pengalamanku sebagai score hunter haha, semoga bermanfaat !



Berbicara tentang santri, ia tidak akan lelah dalam mencari ilmu.

Surabaya, 29 Mei 2019.
Penerima Beasiswa LPDP RI Jalur Afirmasi Santri mendapat kesempatan menjadi bintang tamu dalam acara “Sahur Bareng Abioso & Friends” di studio TV9 Surabaya. Acara tersebut ditayangkan secara live menjelang sahur di Bulan Ramadhan pada pukul 02.00 WIB. 

Diawali dengan hiburan khas berupa lawakan dari Cak Silo, Cak Sarip Abioso dan juga tim, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai beasiswa yang diberikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada seluruh santri, pengajar, dan pengasuh pondok pesantren di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Muammar Khadafi Panggabean, S.T (Awardee Curtin University of Australia) dan juga Royyan Faradis, S.Si (Awardee Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) memberikan informasi mengenai beasiswa yang mereka peroleh pada Jalur Afirmasi Santri.

Beasiswa tersebut release pada Bulan Desember 2018. Sehingga masih sangat baru bagi masyarakat khususnya bagi para santri ataupun pengurus pesantren dalam mengetahui informasi tentang beasiswa yang menjadi incaran utama para scholarship hunter ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa santri juga termasuk salah satu bagian yang ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan dan mencerdaskan Bangsa Indonesia. Santri harus bisa berada dimanapun dan dalam posisi apapun. Oleh karena itu, LPDP RI memberikan akses kepada para santri, pengajar ataupun pengasuh pondok pesantren dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan juga doktoral. Dengan harapan santri dapat mewujudkan impian Bangsa Indonesia dan menyumbangkan kontribusi nyata yang lebih baik kepada Bangsa Indonesia di masa depan.

Kalian santri ? Tunggu apa lagi. Yuk daftar Beasiswa LPDP !






Pra-Persiapan Keberangkatan LPDP Afirmasi Santri 2019


Bulan Maret 2019, Pengumuman kelolosan tahap substansi sudah nampak. Aku ucapkan selamat bagi kalian yang menerima email kelolosan dan menjadi Penerima Beasiswa Afirmasi Santri yang pertama. Beberapa WhatsApp grup pun terbit, bukan hanya grup besar tapi juga grup regional. Dan aku yakin setelah ini akan ada banyak grup divisi dan kepentingan lainnya. Katanya sih biar saling sayang hehe

Tidak menunggu lama, ada pemberitahuan lewat email bahwa kita akan mendapatkan kegiatan wajib yakni Persiapan Keberangkatan (PK) sebagai pintu awal menjadi calon Awardee LPDP. Tapi entah kapan akan berlangsung--

Eh, pas lagi asik makan roti sama adek bungsu, ada email masuk dari PIC PK. Nah, PIC PK ini sebutan bagi bapak pengasuh (biar khas pesantrennya masih terasa, sebut saja pengasuh) persiapan keberangkatan kita. Beliau bernama bapak Shabahul Arafi. Sekitar tanggal 16 April 2019, PIC menyampaikan bahwa aku dan salah satu anggota lainnya, Bapak Sobari namanya, terpilih menjadi Moderator Milis yang akan mempunyai mandat untuk memasukkan 114 anggota kedalam satu grup dan juga sebagai operator jika ada diskusi di media tersebut. Oke, aku yang awam dengan dunia maya bergengsi itu mulai kepo apa arti dan fungsi milis ke eyang google. Aku yakin teman-teman yang lain juga pada kebingungan dengan penggunaan milis Muehehe. Akhirnya hanya menunggu sehari, aku bisa menyelesaikan mandat pertama, yakni memasukkan 114 email kedalam grup daring tersebut. Hamdalaaaah~

Tidak menunggu lama, kita melakukan beberapa diskusi via milis. Namun, tak lepas juga dengan WhatsApp grup yang selalu bunyi per sekian detik. Karena mereka lebih nyaman menggunakan media WhatsApp dari pada buka milis karena membuat isi inbox email penuh hahaha. Sebenarnya diskusi daring via milis ini sifatnya sakral sih. Karena kita di tuntut untuk bisa aktif dan responsif. Kita harus andil memberi komentar, saran, tanggapan tiap ada topik baru di milis. Karena jika kita pasif, hal tersebut bisa jadi pertimbangan PIC untuk memindahkan kita ke PK selanjutnya, ceunaaah~

Singkat cerita, pemilihan perwakilan angkatan (PA) dan jajarannya, pemilihan nama angkatan, maskot, logo, tema dan yang lainnya sudah berlangsung. Penuuuhh drama, aku masih sangat ingat harus menyelesaikan hampir sampai pukul 02.00 WIB jika harus mengumpulkan berita acara. Kedengarannya biasa, tapi kalo dibarengi sama rasa deg-deg an pasti jadi beda ! Yahkannnn ?

Sementara itu, untuk menumbuhkan bonding yang tidak biasa, kami merapatkan barisan untuk melakukan kegiatan Pra-PK yang sebelumnya sudah di QC kan kepada PIC PK, Bapak Rafi dan tim LPDP. Kegiatan Pra PK kami berupa kopi darat dan juga talkshow antar regional. 

Acara berlangsung sangat cepat. Karena kebetulan Bulan Mei sudah memasuki bulan Ramadhan, jadi mayoritas regional mempercepat menyelesaikan kegiatan tersebut. Katanya sih biar talkshow nya banyak masa hehe kan anak pondok masih belom pulang :)))). Bulan Maret pengumuman, Bulan April masuk milis, Bulan Mei kopi darat dan juga talkshow. Alhamdulillaaah berkah. Regionalku terdiri dari Jawa Timur-Bali-NTB. Kita memutuskan untuk kopi darat pada tanggal 19 Mei 2019 dan lanjut talkshow pada tanggal 26 Mei 2019. Begitupun dengan regional Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Baik talkshow online maupun ofline, mereka menyelesaikan pada bulan Mei semua. Proud of you, rek !

Lokasi talshow regional kami disepakati di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Biasanya sih panggilan akrabnya Pondok Gasek ehe. Dua pemateri kegiatan talkshow  adalah mba Lely Tri Wijayanti, M.A. Awardee Lancaster University, UK dan ibu Siti Jubaidah, M.Pd Awardee LPDP di UIN Malang dalam jenjang S2 sampai S3. Kereeeeen !!

Kegiatan ini di hadiri hampir semua anggota penerima beasiswa regional Jawa Timur-Bali-NTB. Peserta yang hadir ialah mahasiswa/i sekitar Malang, Surabaya, bahkan Blitar. Subhanallah Antusias para santri Scholarship Hunter sangat luar biasa. Aku yakin, mereka pun ingin membuktikan bahwa santri juga tidak kalah luar biasanya jika bersaing mendapatkan beasiswa ! 

Setelah acara berlangsung, seluruh panitia melakukan sowan ke ndalemnya KH Marzuki Mustamar yang merupakan pengasuh PonPes Gasek. Sambutan yang sangat romantis, beliau tidak lupa memberikan pesan untuk masa depan kami. Yang paling berbeda, beliau mengajak kami untuk mengaji singkat salah satu kitab yang beliau berikan kepada kami 'secara gratis'. Pesan yang selalu beliau ucapkan kepada santri nya dimanapun berada ialah "Dadio santri sing gak lali Indonesiane" (sedikit ada perubahan redaksi, namun maknanya tetap sama). MasyaAllahhh maturnuwun Yai.. Itulah salah satu hal yang selalu saya rindukan ketika mengunjungi ndalemnya para kekasih Allah. Ketika pulang, selalu ada bekal ilmu yang kami terima. Semoga Allah senantiasa memberikan umur yang panjang serta rizki yang barokah kepada guru-guru kami semua, Amin. 

Pukul 15.00 WIB acara selesai tidak lupa ditutup dengan foto bersama dan sholat ashar berjamaah. Namun tidak semua bertahan, karena beberapa dari kami harus sudah sampai di stasiun Malang kota baru pada pukul 14.45 WIB. Terlihat bahagia dari seluruh wajah teman-temanku. Mungkin karena acara sudah selesai dan berjalan dengan lancar, juga dengan jumlah peserta yang datang lumayan membanggakan Hehe. Tapi aku yakin, diluar dari pada itu mereka bangga telah menemukan keluarga barunya untuk dua tahun bahkan selamanya untuk masa yang akan datang. 

Alhamdulillah, berkah santri, berkah kyai. 
Teruslah berdoa untuk ku, Adik bungsumu. 
Karena kalian semua sudah menjadi sebagian dari cerita bermakna ku, maka dari itu pupuklah jangan sampai layu. Aku akan menemuimu kelak ketika semua subur dan tumbuh, bahkan ketika dahan dan akarku mulai rapuh.. 


Talkshow Regional Jatim-Bali-NTB


Mereka menyebutnya Pra-PK

by on Mei 30, 2019
Pra-Persiapan Keberangkatan LPDP Afirmasi Santri 2019 Bulan Maret 2019, Pengumuman kelolosan tahap substansi sudah nampak. Aku ucapkan se...

Selamat buat teman-teman yang dinyatakan Lolos Seleksi Berbasis Komputer (bisa dibaca pengalaman saya pada tahap tersebut disini). Selanjutnya saya harus mengikuti tahap Seleksi Substansi, berupa Seleksi LGD, verifikasi berkas dan seleksi wawancara.

Kurang lebih dua minggu setelah pengumuman kelolosan seleksi berbasis komputer, jadwal pelaksanaan seleksi wawancara keluar di masing-masing akun pendaftaran. Kebetulan pada saat itu saya mendapatkan kesempatan seleksi pada hari pertama, 26 Februari 2019. Diawali dengan verifikasi berkas. Tidak perlu saya ceritakan panjang lebar ya. Intinya semua berkas asli yang sudah kalian unggah di formulir pendaftaran harus kalian bawa. Jika dirasa punya berkas pendukung berupa buku, majalah, koran dan/atau pernghargaan yang dapat mendukung seleksi wawancara kalian, bisa juga dibawa.

Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit, nama saya terpanggil untuk memasuki ruangan wawancara. Saya mendapatkan meja nomor tiga. Menurut pengalaman pribadi sih, pengelompokan meja berdasarkan lingkup keilmuan. Karena meja tiga pada saat wawancara rata-rata didominasi oleh calon mahasiswa sains dan kesehatan. Begitu juga dengan meja empat yang didominasi oleh mahasiswa sosial dan ekonomi. Jadi usahakan kalian sudah bergabung dengan grup Whatsapp antar satu kelompok meja wawancara, agar mudah berdiskusi apa saja yang harus dipersiapkan dalam wawancara.

Memasuki ruangan wawancara dengan badan tegap dan juga percaya diri. Karena reviewer akan melihat gerak-gerik kita dari mulai memasuki ruangan dan berjalan sampai ke meja wawancara. Kebetulan meja tiga terletak di paling ujung, sehingga saya harus berjalan melewati beberapa meja wawancara lainnya.

Satu meja wawancara terdiri atas tiga reviewer. Masing-masing dari beliau adalah akademisi, psikolog, dan pihak LPDP atau bahkan dari Kemenag (karena ada jalur afirmasi santri ya). Secara garis besar topik pertanyaan yang diajukan reviewer adalah sebagai berikut:

1. Akademisi
- Apa tujuan kamu melanjutkan kuliah S2?
- Kenapa memilih kampus tersebut? Kenapa bukan yang lain?
- Bagaimana rencana tesis yang akan kamu lakukan?
- Apakah sudah pernah kontak dengan Profesor disana? Kenapa memilih beliau sebagai calon pembimbing ?
- Kapan kamu menyelesaikan S1, dan apa saja yang kamu lakukan semasa kuliah ?
- Apa yang kamu lakukan setelah lulus S1 dan kelak setelah lulus S2?
- Apa kontribusimu yang sudah, sedang dan akan kamu lakukan bagi tempat belajarmu?

2. Psikologi
- Perkenalkan singkat, siapa dirimu !
- Bagaimana keluargamu?
- Apa kesuksesan terbesarmu? bagaimana cara mendapatkannya?
- Apa kelebihan dan kekuranganmu?
- Organisasi apa saja yang pernah kamu ikuti? apa masalah terbesarnya?
- Apa mimpimu 5-10 tahun kedepan? bagaimana cara mewujudkannya?
- Kegagalan terbesar apa yang pernah kamu dapatkan?
- Hal apa yang membuat kamu layak mendapatkan Beasiswa LPDP?
- Apamotivasi terbesar dan goal masa depan yang kamu inginkan?
- Apakah anda keberatan dengan surat pernyataan yang diberikan LPDP?

3. Tim LPDP/Kemenag
- Apa yang kamu ketahui tentang LPDP? bagaimana tujuan LPDP? apa keunggulan LPDP?
- Apa makna Indonesia bagi kamu? bangga gak jadi WNI?
- Bagaimana caramu berbakti untuk Indonesia?
- Bagaimana implementasi makna pancasila bagi kehidupanmu?
- Apakah pancasila perlu dirubah?
- Apa makna ideologi pancasila? masih relevan tidak dengan kondisi negara saat ini?
- Apa makna pesantren bagimu?
- Kontribusi apa yang telah, sedang, dan akan kamu lakukan untuk pesantren dan Indonesia?
- Apa pendapatmu tentang khilafah?
- Apa pendapatmu tentang nasionalisme?

Yay ! Kira-kira begitu macam pertanyaan yang diajukan oleh reviewer. Kurang lebih 45-60 menit waktu yang digunakan pada proses wawancara. Daaan Alhamdulillah, wawancara saya berjalan dengan lancar. Serta lolos dengan score yang memuaskan !



Pesan saya, persiapkan jawaban sebanyak-banyaknya dari segala macam refrensi pertanyaan. Karena kita tidak akan pernah tau pertanyaan mana yang akan muncul hihi

Percaya diri dalam menjawab. Jawablah sesuai dengan porsi masing-masing. Yang terpenting harus jujur dan tegas. Karena jawabanmu pada saat wawancara akan di cocokkan dengan jawabanmu pada saat seleksi kepribadian tahap SBK. Datang maksimal satu jam sebelum pelaksanaan wawancara, agar fikiran bisa fokus. Jangan lupa sarapan dan meminta doa orang tua agar selalu dimudahkan :) Gud Luck Scho Hunter !
Leaderless Group Discussion (LGD) merupakan salah satu seleksi pada tahap substansi. Bagaimana sih gambaran LGD pada seleksi LPDP ini?

Oke, setelah saya dinyatakan lolos Seleksi Berbasis Komputer, saya melanjutkan mengikuti tahapan seleksi LGD. LGD ini diikuti oleh 4-5 orang per kelompok dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Baik magister maupun doktoral akan dijadikan satu kelompok. Kecuali tujuan kampus luar negeri, akan dibedakan. Karena proses LGD mereka menggunakan bahasa inggris ya hehe.

Selanjutnya, teman-teman akan masuk dalam satu ruangan yang berisikan dua pengawas sekaligus menjadi penguji saat LGD. Setelah dipersilahkan duduk, kalian akan diberikan satu lembar kertas yang berisikan narasi singkat sekitar 5 paragraf tentang berita terbaru yang terjadi di Indonesia. Setelah itu pengawas akan memberikan waktu secara penuh kepada peserta untuk mengambil alih jalannya diskusi. Waktu yang disediakan sebesar 30 menit, dengan 5 menit pertama digunakan untuk membaca berita yang diberikan. Selanjutnya teman-teman harus memilih peran pada saat jalannya diskusi. Bisa sebagai warga, pendidik, pemerintah, peneliti, dan sebagainya.

Topik yang kami dapatkan pada saat LGD adalah "Sertifikasi Sumber Daya Manusia". Secara singkat, cerita diskusi kami sangat beragam. Saya sendiri mengambil peran sebagai peneliti/saintis dan saya sangat setuju dengan adanya sertifikasi SDM di Indonesia. Hal tersebut sangat membantu dalam pengakuan dan pubikasi hasil riset dan penelitian yang dilakukan. Kemudian setiap peserta harus diusahakan mendapatkan jatah berbicara dengan adil dan merata. Kira-kira per peserta pada saat itu dapat kesempatan berargumen sebanyak 3 kali. Jadi, usahakan sebelum masuk ruangan teman-teman harus saling berkenalan agar enjoy pada saat berdiskusi. Beberapa tips agar LGD berjalan lancar antara lain:

1. Biasakan membaca berita terbaru di Indonesia, dan cobalah memberi tanggapan terkait hal tersebut
2. Kondisikan intonasi pada saat berargumen, jangan terlalu berambisi
3. Hargai pendapat orang lain, meskipun harus berlawanan dengan pendapat pribadi
4. Selalu senyum ketika berpendapat
5. Jangan mendominasi dalam berpendapat

Oke kira-kira seperti itu gambaran dari LGD pada tahap seleksi substansi LPDP :) Semoga bermanfaat !

Latihan LGD regional Surabaya

Kelompok LGD pada saat seleksi substansi


Tahap kedua setelah dinyatakan lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP, teman-teman akan mengikuti Seleksi Berbasis Komputer (SBK). Dalam hal ini, LPDP bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer. Soal disediakan dalam standar Computer Assisted Test (CAT), layaknya seleksi CPNS. Seleksi ini terdiri dari tiga tahap:

1. Tes Potensi Akademik
Agar terbiasa dengan tipe soal TPA, kalian bisa berlatih dari buku TPA Bapennas. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan TPA selama 60 menit. Jawaban benar dengan score 5 dan jika salah/kosong mendapatkan nilai 0. Komposisi soal yang diberikan terdiri dari verbal (sinonim, antonim, analogi, dan soal cerita), nominal (deret aritmatika, bangun ruang, diskon, bruto tara neto, dll), dan penalaran (analitis dan logis).

2. Soft Competency
Soal Soft Competency ini merupakan jenis soal kepribadian. Tidak ada salah atau benar, melainkan ada rentang score 1-5 pada jawaban yang kalian pilih. Jawablah sesuai pribadi kalian. Karena hal tersebut akan dicocokkan dengan jawaban kalian pada saat seleksi wawancara.

3. On the Spot Writing Essay
Pada tahap ini, kalian akan diberikan sebuah narasi singkat mengenai isu terhangat di Indonesia. Selanjutnya kalian harus memberikan karangan berupa essay mengenai tanggapan dan tawaran solusi yang kalian berikan pada kasus tersebut. Usahakan kalian mengetahui berita-berita terbaru yang lagi hangat di Indonesia yah. Saya pribadi mempersiapkan tes ini dengan cara membaca berita dari berbagai aplikasi berita pada ponsel dan juga koran pagi hari hehe.
Untuk pendaftar luar negeri, menulis essay wajib dengan bahasa inggris ya. Waktu yang disediakan juga 60 menit. Bukan waktu yang lama jika kita mengerjakan dalam kondisi yang tegang dan ramai (karena dalam satu ruangan mengetik menggunakan keyboard secara bersamaan). Jadi, biasakan dari sekarang untuk membaca berita terkini dan juga memberikan pendapat dan solusi yang ditawarkan.

Passing Grade untuk Test Potensi Akademik (TPA) jalur reguler sebesar 180, dan jalur afirmasi sebesar 150. Nilai akhir TPA menjadi penentu apakah kalian lolos dan lanjut pada tahap berikutnya atau tidak. Jadi jika dirasa nilainya lebih dari batas minimum, optimis aja persiapkan untuk seleksi selanjutnya :)))))

Kurang lebih sih gitu ya teman-teman. Sering-seringlah berlatih, agar terbiasa saat menghadapi soal yang diberikan ! Semoga lancar sampai tahap akhir nanti~

Score Seleksi Berbasis Komputer


Ada kabar baik ! 
Pada Bulan Desember 2018 telah louncing pembukaan Beasiswa Pascasarjana untuk teman-teman santri di seluruh Indonesia. Kementrian Keuangan RI bekerjasama dengan Kementrian Agama untuk memberikan kesempatan bagi santri dalam melanjutkan jenjang studi baik magister maupun doktoral melalui Beasiswa LPDP RI. Wah angin segar bagi santriwan-santriwati nih ! hehe

Penasaran apa itu Beasiswa LPDP jalur khusus untuk santri ? Langsung aja di klik Beasiswa LPDP Afirmasi Santri

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman mengenai persiapan mendaftar Beasiswa LPDP jalur afirmasi santri.

Alhamdulillah, 17 Januari 2019 saya dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dan akan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya, yakni Seleksi Berbasis Komputer (SBK). Hal-hal apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk mendaftar beasiswa ini? 

1. Pahami Persyaratan Beasiswa 
Membaca salah satu kunci utama dalam memenuhi semua persyaratan pendaftaran. Karena LPDP sudah menyediakan booklet/panduan pendaftaran yang dapat diunduh oleh siapapun. Ada beberapa persyaratan khusus bagi pendaftar jalur afirmasi santri. Salah satunya adalah dari alumni BPSB/Ma'had Aly lulusan 2 tahun terakhir, dan/atau santri dan pendidik pesantren minimal 3 tahun terakhir. Selain itu, pesantren harus sudah terdaftar di Kemenag ya. Cara cek apakah pesantren kalian sudah terdaftar di kemenag, bisa di klik disini Pangkalan Data Pondok Pesantren

2. Menentukan Kampus Tujuan
Ini adalah hal yang sangat penting. Kalian harus mempertimbangkan dengan baik kampus mana yang akan kalian tuju. Salah satu cara untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antar kampus, bisa langsung mengunjungi website kampus masing-masing ya.
Hal-hal yang harus kalian ketahui adalah rangking serta akreditasi kampus dan jurusan yang akan dipilih, durasi perkuliahan, mata kuliah apa saja dan berapa SKS yang akan ditempuh, kecocokan riset dan yang paling penting adalah profesor yang ahli di bidang penelitian yang akan kalian lakukan. 

3. Sertifikat Bahasa Inggris
Sertifikat bahasa asing menjadi syarat mutlak pendaftar beasiswa. Mendapatkan score bahasa asing tidak dapat diperoleh secara cepat dan instan. Teman-teman harus mempersiapkan timeline yang pas untuk mengikuti tes tersebut. Usahakan kalian dapat memperoleh sertifikat bahasa asing sebelum pendaftaran online ditutup. Karena sertifikat akan terbit kurang lebih 14 hari kerja setelah pelaksanaan tes. Ohya, untuk jalur Afirmasi Santri mendapatkan keistimewaan score minimal bahasa asing yang lebih rendah dari pada jalur lainnya. Untuk Magister Dalam Negeri menggunakan TOEFL ITP atau TOAFL 400/IELTS 33 dan magister Luar Negeri TOEFL ITP atau TOAFL 500/IELTS 6.0.

4. Surat Rekomendasi
Khusus bagi pendaftar jalur Afirmasi Santri, surat rekomendasi diberikan oleh pengasuh pondok pesantren ya. Untuk format surat rekomendasi sudah di sediakan oleh LPDP, jadi kalian tinggal unduh kemudian menyerahkan kepada pemberi rekomendasi. Jika kalian mendaftar melalui jalur reguler/selain Afirmasi Santri, surat rekomendasi bisa kalian dapatkan dari dosen ataupun tokoh masyarakat. Asalkan beliau menganal kita, bahkan jika selaras dengan keilmuan kita itu lebih baik. 

5. Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba
Untuk Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba wajib dimiliki oleh seluruh pendaftar beasiswa, baik dalam negeri ataupun luar negeri. Namun jika kalian ingin mendaftar kampus luar negeri, kalian juga harus mempersiapkan Surat Keterangan Bebas TBC. Semua jenis surat tersebut harus dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah daerah. Bisa klik disini pengalaman saya dalam mendapatkan Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba. 

Untuk mendapatkan surat keterangan tersebut saran saya jangan dilakukan mendekati penutupan pendaftaran yah. Karena kalian akan membutuhkan waktu 1-2 hari dalam mendapatkan hasilnya. So, persiapkan jauh-jauh hari ! 

6. Membuat Essay 
Ada dua jenis essay yang harus saya submit pada saat mendaftar. Pertama tentang rencana studi, dan yang kedua tentang kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan terhadap Indonesia. Untuk essay rencana studi, saya menceritakan alasan memilih kampus, berapa durasi perkuliahan, SKS dan matakuliah apa saja yang akan saya tempuh, kegiatan apa saja yang akan saya lakukan pada saat studi dan pasca studi. Saya juga menceritakan tentang rancangan penelitian dan tesis yang akan saya kerjakan. Di akhir paragraf saya tutup dengan kegiatan-kegiatan tambahan yang dapat mendukung kelancaran studi.

Essay kedua mengenai kontribusi untuk Indonesia. Pada essay tersebut saya menceritakan hal-hal apa saja yang sudah saya lakukan, termasuk pengabdian kepada pesantren, sekolah, dan lingkungan. Kemudian saya lanjutkan tentang kontribusi yang sedang dan akan saya berikan untuk Indonesia. Tidak lupa juga saya sampaikan harapan untuk pesantren di masa yang akan datang serta strategi saya dalam mewujudkannya (karena daftarnya jalur santri ya, jadi harus menyinggung pengabdian untuk pesantren hihi). 
Ohya, jangan lupa untuk selalu minta koreksi dari rekan atau awardee LPDP ya. Karena itu sangat membantu dalam memperbaiki essay yang kalian tulis :) yang paling penting, yang kalian tulis harus benar-benar jujur dan by yr self. 

7. Pengisian Formulir Pendaftaran
Banyak hal yang harus saya isi pada kolom formulir pendaftaran. Dari mulai data diri pribadi, pengalaman organisasi, prestasi, penghargaan, seminar, pelatihan, sampai penelitian dan publikasi. Untuk melengkapi semua hal yang dibutuhkan, tidak bisa dalam waktu singkat. Karena saya harus mengisi detail dari jabatan dan posisi saat mengikuti berbagai kegiatan, sampai pada tanggal pelaksanaannya. Jadi usahakan buat kalian yang akan mendaftar, bisa memulai mengisi formulir setelah mendapatkan akun pendaftaran LPDP ya.

Untuk download segala booklet/panduan dan beberapa format pendaftaran beasiswa bisa di unduh di halaman website LPDP yaa.. Bisa langsung klik disini

Oke, tahap yang paling akhir, jangan lupa berdoa dan diteliti kembali semua berkas dan kelengkapan yang harus dipenuhi. Semoga langkah dalam mendaftar beasiswa LPDPnya di permudah ! Amin.

Berkas yang harus diunggah di halaman pendaftaran

Lagi-lagi harus berani mencari tahu 'sendiri' !

Bagi pemburu beasiswa khususnya beasiswa LPDP yang lagi hangat di Nusantara ini, memenuhi syarat awal pendaftaran beasiswa sangat mutlak di lakukan. Jadi, jika anda pingin lolos tahap Administrasi jangan coba-coba untuk tidak memenuhi semua persyaratannya dengan baik. So, well prepared yah guys ! 

Singkat cerita, 2018 saya berhasil lolos di kampus tujuan Institut teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan program Magister. Akan tetapi saya bulatkan tekat untuk menunda pembayaran daftar ulang (biasanya sih deffer namanya), dikarenakan belum adanya kapasitas nominal yang cukup untuk membayarnya. Kemudian saya beranikan diri untuk mencari kerja sembari menghabiskan masa LoA Unconditional (Surat tanda terima kampus tanpa syarat). Alhamdulillah berkesempatan menjadi Staff Quality Control di salah satu perusahaan makanan di Kota Sidoarjo. 

Tiga bulan berlalu, saya berniat untuk mendaftar salah satu beasiswa impian, yang sempat gagal pada percobaan pertama dikarenakan score bahasa asing. Qodarullah, saya mampu menyiapkan segala berkas kelengkapan administrasi di sela-sela saya bekerja dengan jam terbang sebanyak tiga shift, pagi siang dan malam. 

Salah satu berkas yang harus saya penuhi secepatnya ialah Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba dari instansi daerah. Pada saat itu saya tengah bekerja shift malam, yakni pukul 23.00-07.00 esok harinya. Tidak berfikir panjang saya kemudian berangkat menuju ke RSUD Sidoarjo pada pukul 08.00 dengan harapan dapat cek bebas narkoba pada hari itu juga. Karena penutupan pendaftaran online hanya tinggal tujuh hari (jangan di contoh ya :( karena nyambi bekerja jadi persiapan berkas tidak bisa jauh-jauh hari). Sesudah sampai di rumah sakit, saya langsung mengantri  di loket 3 pendaftaran karena saya harus mencetak kartu pasien terlebih dahulu. Ternyata pada hari itu mengharuskan saya antri loket kurang lebih 60-70 orang. Sampai pukul 11.00 WIB saya baru menyelesaikan antrian loket yang selanjutnya diarahkan ke poli cek bebas narkoba. Dan kabar tidak baiknya, poli tersebut hanya buka sampai pukul 10.00 WIB. selebihnya bisa ikut antrian esok pagi. Oke saya harus legowo huhu :'

Di hari kedua, Alhamdulillah, hanya bisa menyelesaikan seluruh tahapan. 

Pertama, General Check up.
Karena saya berniat untuk melakukan cek kesehatan juga, jadi tahap awal ialah General Check Up.
 
Rp. 40.000

Lokasinya berada di lantai dua Ruang Radiologi. Setelah sampai, saya langsung menuju ke meja resepsionis untuk menunggu antrian (kurang lebih selama 15 menit). Kemudian langsung cek tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan juga pemakaian kaca mata. Setelah mendapatkan surat sehat, kemudian di arahkan ke klinik psikiatri untuk cek selanjutnya. 

Kedua, Cek Bebas NAPZA 
Setelah dari general check up, saya menuju ke poli psikiatri yang berada di lantai satu (dekat dengan loket pendaftaran) untuk menyerahkan map berisikan data pasien untuk menunggu nomor antrian di klinik tersebut. 

Kurang lebih selama 10 menit akhirnya nama saya terpanggil. Pada saat itu saya diberi penjelasan bahwa RSUD hanya bisa mengeluarkan surat keterangan bebas NAPZA jika hasil tes laboratoriumnya negatif. Selain itu saya juga mengisi surat pernyataan, surat permohonan tertulis tangan, serta kondisi tubuh terakhir pada saat menjelang cek bebas NAPZA tersebut. Cek bebas NAPZA ada dua jenis dengan harga 170rb (untuk cek lengkap 5 tindakan) dan 136rb (untuk 4 tindakan). Setelah itu berkas yang saya isi di serahkan ke petugas klinik psikiatri. 10 menit menunggu, saya masuk ruangan dan bertemu dengan salah satu dokter untuk melakukan wawancara yang kemudian mendapatkan surat pengantar untuk uji laboratoriumnya. Berikut bukti pembayaran pelayanan klinik psikiatri. 

Rp. 65.000
Ketiga, Uji Laboratorium Patologi
Laboratorium patologi terletak di seberang ruang loket pendaftaran. Setelah sampai, saya langsung mendaftar di loket laboratorium tersebut dan melunasi pembayaran untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. 
Rp. 170.000
Setelah kurang lebih 15 menit menunggu, akhirnya nama saya terpanggil dan dipersilahkan untuk mengambil urine yang nantinya digunakan sebagai tes laboratorium. Nah sesi ini yang benar-benar membosankan. Karena saya harus menunggu hasil cek urine selama 30-45 menit. Setelah nama saya terpanggil untuk medapatkan hasil, saya kembali lagi ke klinik psikiatri untuk menerima surat bebas NAPZA tersebut. Karena harus melalui dokter yang berada di klinik psikiatri. Yaampun untung kaki ini tangguh untuk mondar-mandir di siang hari dengan keadaan mata ingin tertidur karena pasca jaga shift malam huhu. 

Di klinik psikiatri pun saya masih harus menunggu 20 menit untuk mengantri dengan pasien yang lain. sekitar pukul 14.00 Alhamdulillah surat bebas NAPZA saya ada hilal :))))) Lega !

Jadi kalo ingin tes kesehatan dan bebas narkoba di RSUD Sidoarjo, bisa di total sebagai berikut:
General Check up : Rp. 40.000
Klinik Psikiatri : Rp. 65.000
Uji Laboratorium Patologi : Rp. 170.000 
Total : Rp. 275.000 dengan masa berlaku surat selama 3 bulan. 

Pesan yang dapat saya sampaikan, Berusahalah dengan tekun dan sabar, walaupun hanya untuk menyelesaikan syarat kecil sebagai tahap awal. Semoga bisa menjadi salah satu jalan untuk keberhasilan impian kalian. Semoga bermanfaat !