Halo Scho Hunter !
Kalo ngomong tentang Beasiswa, pasti udah gak asing denger sertifikat bahasa sebagai syarat utama seleksi administrasi. Dan ceritaku kali ini memutuskan untuk ikut tes TOEFL ITP tidak lain karena aku ingin daftar salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia, yah beasiswa LPDP.

Butuh effort yang lebih buat dapetin score yang aku inginkan (karena dulu ngga pernah serius buat belajar bahasa asing, akhirnya sekarang menyesal :( jangan di contoh). Kalo jasa atau penyedia tes TOEFL sebenernya sangat banyak. Tapi pada saat itu aku mencari yang certified ETS, artinya dia dikeluarkan langsung dari Amerika Serikat. Menurutku sih paling aman emang ikut tes TOEFL ITP yang di keluarkan oleh ETS, karena kalian bakal dapat keuntungan yang lebih. Selain itu karena beasiswa LPDP syaratnya pakai sertifikat tersebut. Namun jika kalian mendaftar beasiswa dengan sertifikat bahasa asing yang tidak certified ETS, kalian bisa tes di beberapa lembaga yang menyediakan tes TOEFL jenis Proficiency. Harganya lebih murah, jenis soalnya juga lebih mudah ehehe.

Jika kalian belum tau jadwal penyelenggara tes TOEFL tersebut, kalian bisa klik "jadwal tes TOEFL ITP" di google, terus klik hasil paling atas (website IIEF) atau kalian bisa klik disini. Di halaman tersebut kalian bisa tau nomor telepon penyelenggara dan kapan akan dilaksanakan tes TOEFL ITP terdekat di kota kalian masing-masing.

Kuota tiap tes TOEFL ITP biasanya hanya 20 peserta, jika sudah penuh kalian akan di alihkan ke periode berikutnya. Selain itu score nya bisa keluar kurang lebih 14 hari kerja, jadi bagi kalian yang membutuhkan score cepat, pertimbangkanlah sebelum memilih tanggal tes. Agar score dapat keluar sebelum penutupan pendaftaran beasiswa.

Harga TOEFL ITP bervariasi. biasanya sekitar Rp.450.000-550.000. Persyaratan pendaftaran hanya mengisi formulir, identitas diri (KTP/SIM/Pasport), dan foto 3x4 (optional). Selain itu yang paling penting adalah belajar sebelum perang haha.

TOEFL ITP terdiri dari tiga bagian tes. Ada listening, sructure, dan reading. Mereka merupakan saudara yang tak dapat dipisahkan. Karena jika salah satu bernilai rendah, maka akan berpengaruh besar pada hasil akhir score yang kalian dapatkan :')

Untuk beasiswa LPDP, ada beberapa score minimum yang ditentukan bagi pendaftar:
Beasiswa Reguler Dalam Negeri
Magister : TOEFL ITP 500
Doktoral : TOEFL ITP 530

Beasiswa Afirmasi Dalam Negeri
Magister : TOEFL ITP 400
Doktoral : TOEFL ITP 450

Kuncinya kalian harus sering berlatih, agar tidak gugup dengan macam soal yang diberikan. Karena waktu yang diberikan pada saat tes akan terasa semakin cepat dari biasanya (padahal ya jumah menitnya normal haha grogi mungkin ya). Bahkan tiap pagi setelah sholat subuh aku selalu dengerin audio listening. Entah dari youtube, lagu yang berbahasa asing, bahkan sampai aku download film yang tanpa subtitle. Semua itu sengaja aku tekuni menjelang ikut tes TOEFL ITP.

Kalian harus mempersiapkan dengan matang. Mengikuti beberapa kali les salah satu usahaku sebelum memutuskan untuk mengikuti real test. Selain itu kalian juga bisa membeli buku latihan soal-soal TOEFL, agar kalian terbiasa dengan berbagai macam soal. Pengalaman pribadiku, aku sampai mengikuti tes TOEFL ITP sebanyak 4 kali, karena selalu gagal mendapatkan score yang menjadi target beasiswaku. Tapi jangan kuatir, jika kalian bersungguh-sungguh dan optimis, maka kalian akan mendapatkan score itu dengan mudah.

Tips pada saat pelaksanaan tes:
- Bawa persediaan alat tulis lebih dari satu
- Bawa persyaratan pada saat pendaftaran (identitas dan kuitansi pembayaran)
- Fokus pada saat listening, usahakan duduk di dekat sound agar pendengaran tidak terganggu)
- Manfaatkan waktu pada bagian structure dan reading untuk memaksimalkan jawaban. Karena pada saat itu aku dapat menyelesaikan reading lebih cepat, jadi sisa waktunya aku gunakan untuk melengkapi jawaban structure yang sudah aku beri tanda dan belum aku isi di lembar jawaban.
- Tips mengerjakan reading, baca dulu soalnya baru memahami bacaannya, dari hal kecil tersebut aku dapat menyelesaikan reading lebih cepat dari waktu yang di sediakan.

Sekian dulu pengalamanku sebagai score hunter haha, semoga bermanfaat !



Berbicara tentang santri, ia tidak akan lelah dalam mencari ilmu.

Surabaya, 29 Mei 2019.
Penerima Beasiswa LPDP RI Jalur Afirmasi Santri mendapat kesempatan menjadi bintang tamu dalam acara “Sahur Bareng Abioso & Friends” di studio TV9 Surabaya. Acara tersebut ditayangkan secara live menjelang sahur di Bulan Ramadhan pada pukul 02.00 WIB. 

Diawali dengan hiburan khas berupa lawakan dari Cak Silo, Cak Sarip Abioso dan juga tim, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai beasiswa yang diberikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada seluruh santri, pengajar, dan pengasuh pondok pesantren di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Muammar Khadafi Panggabean, S.T (Awardee Curtin University of Australia) dan juga Royyan Faradis, S.Si (Awardee Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) memberikan informasi mengenai beasiswa yang mereka peroleh pada Jalur Afirmasi Santri.

Beasiswa tersebut release pada Bulan Desember 2018. Sehingga masih sangat baru bagi masyarakat khususnya bagi para santri ataupun pengurus pesantren dalam mengetahui informasi tentang beasiswa yang menjadi incaran utama para scholarship hunter ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa santri juga termasuk salah satu bagian yang ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan dan mencerdaskan Bangsa Indonesia. Santri harus bisa berada dimanapun dan dalam posisi apapun. Oleh karena itu, LPDP RI memberikan akses kepada para santri, pengajar ataupun pengasuh pondok pesantren dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan juga doktoral. Dengan harapan santri dapat mewujudkan impian Bangsa Indonesia dan menyumbangkan kontribusi nyata yang lebih baik kepada Bangsa Indonesia di masa depan.

Kalian santri ? Tunggu apa lagi. Yuk daftar Beasiswa LPDP !






Pra-Persiapan Keberangkatan LPDP Afirmasi Santri 2019


Bulan Maret 2019, Pengumuman kelolosan tahap substansi sudah nampak. Aku ucapkan selamat bagi kalian yang menerima email kelolosan dan menjadi Penerima Beasiswa Afirmasi Santri yang pertama. Beberapa WhatsApp grup pun terbit, bukan hanya grup besar tapi juga grup regional. Dan aku yakin setelah ini akan ada banyak grup divisi dan kepentingan lainnya. Katanya sih biar saling sayang hehe

Tidak menunggu lama, ada pemberitahuan lewat email bahwa kita akan mendapatkan kegiatan wajib yakni Persiapan Keberangkatan (PK) sebagai pintu awal menjadi calon Awardee LPDP. Tapi entah kapan akan berlangsung--

Eh, pas lagi asik makan roti sama adek bungsu, ada email masuk dari PIC PK. Nah, PIC PK ini sebutan bagi bapak pengasuh (biar khas pesantrennya masih terasa, sebut saja pengasuh) persiapan keberangkatan kita. Beliau bernama bapak Shabahul Arafi. Sekitar tanggal 16 April 2019, PIC menyampaikan bahwa aku dan salah satu anggota lainnya, Bapak Sobari namanya, terpilih menjadi Moderator Milis yang akan mempunyai mandat untuk memasukkan 114 anggota kedalam satu grup dan juga sebagai operator jika ada diskusi di media tersebut. Oke, aku yang awam dengan dunia maya bergengsi itu mulai kepo apa arti dan fungsi milis ke eyang google. Aku yakin teman-teman yang lain juga pada kebingungan dengan penggunaan milis Muehehe. Akhirnya hanya menunggu sehari, aku bisa menyelesaikan mandat pertama, yakni memasukkan 114 email kedalam grup daring tersebut. Hamdalaaaah~

Tidak menunggu lama, kita melakukan beberapa diskusi via milis. Namun, tak lepas juga dengan WhatsApp grup yang selalu bunyi per sekian detik. Karena mereka lebih nyaman menggunakan media WhatsApp dari pada buka milis karena membuat isi inbox email penuh hahaha. Sebenarnya diskusi daring via milis ini sifatnya sakral sih. Karena kita di tuntut untuk bisa aktif dan responsif. Kita harus andil memberi komentar, saran, tanggapan tiap ada topik baru di milis. Karena jika kita pasif, hal tersebut bisa jadi pertimbangan PIC untuk memindahkan kita ke PK selanjutnya, ceunaaah~

Singkat cerita, pemilihan perwakilan angkatan (PA) dan jajarannya, pemilihan nama angkatan, maskot, logo, tema dan yang lainnya sudah berlangsung. Penuuuhh drama, aku masih sangat ingat harus menyelesaikan hampir sampai pukul 02.00 WIB jika harus mengumpulkan berita acara. Kedengarannya biasa, tapi kalo dibarengi sama rasa deg-deg an pasti jadi beda ! Yahkannnn ?

Sementara itu, untuk menumbuhkan bonding yang tidak biasa, kami merapatkan barisan untuk melakukan kegiatan Pra-PK yang sebelumnya sudah di QC kan kepada PIC PK, Bapak Rafi dan tim LPDP. Kegiatan Pra PK kami berupa kopi darat dan juga talkshow antar regional. 

Acara berlangsung sangat cepat. Karena kebetulan Bulan Mei sudah memasuki bulan Ramadhan, jadi mayoritas regional mempercepat menyelesaikan kegiatan tersebut. Katanya sih biar talkshow nya banyak masa hehe kan anak pondok masih belom pulang :)))). Bulan Maret pengumuman, Bulan April masuk milis, Bulan Mei kopi darat dan juga talkshow. Alhamdulillaaah berkah. Regionalku terdiri dari Jawa Timur-Bali-NTB. Kita memutuskan untuk kopi darat pada tanggal 19 Mei 2019 dan lanjut talkshow pada tanggal 26 Mei 2019. Begitupun dengan regional Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Baik talkshow online maupun ofline, mereka menyelesaikan pada bulan Mei semua. Proud of you, rek !

Lokasi talshow regional kami disepakati di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Biasanya sih panggilan akrabnya Pondok Gasek ehe. Dua pemateri kegiatan talkshow  adalah mba Lely Tri Wijayanti, M.A. Awardee Lancaster University, UK dan ibu Siti Jubaidah, M.Pd Awardee LPDP di UIN Malang dalam jenjang S2 sampai S3. Kereeeeen !!

Kegiatan ini di hadiri hampir semua anggota penerima beasiswa regional Jawa Timur-Bali-NTB. Peserta yang hadir ialah mahasiswa/i sekitar Malang, Surabaya, bahkan Blitar. Subhanallah Antusias para santri Scholarship Hunter sangat luar biasa. Aku yakin, mereka pun ingin membuktikan bahwa santri juga tidak kalah luar biasanya jika bersaing mendapatkan beasiswa ! 

Setelah acara berlangsung, seluruh panitia melakukan sowan ke ndalemnya KH Marzuki Mustamar yang merupakan pengasuh PonPes Gasek. Sambutan yang sangat romantis, beliau tidak lupa memberikan pesan untuk masa depan kami. Yang paling berbeda, beliau mengajak kami untuk mengaji singkat salah satu kitab yang beliau berikan kepada kami 'secara gratis'. Pesan yang selalu beliau ucapkan kepada santri nya dimanapun berada ialah "Dadio santri sing gak lali Indonesiane" (sedikit ada perubahan redaksi, namun maknanya tetap sama). MasyaAllahhh maturnuwun Yai.. Itulah salah satu hal yang selalu saya rindukan ketika mengunjungi ndalemnya para kekasih Allah. Ketika pulang, selalu ada bekal ilmu yang kami terima. Semoga Allah senantiasa memberikan umur yang panjang serta rizki yang barokah kepada guru-guru kami semua, Amin. 

Pukul 15.00 WIB acara selesai tidak lupa ditutup dengan foto bersama dan sholat ashar berjamaah. Namun tidak semua bertahan, karena beberapa dari kami harus sudah sampai di stasiun Malang kota baru pada pukul 14.45 WIB. Terlihat bahagia dari seluruh wajah teman-temanku. Mungkin karena acara sudah selesai dan berjalan dengan lancar, juga dengan jumlah peserta yang datang lumayan membanggakan Hehe. Tapi aku yakin, diluar dari pada itu mereka bangga telah menemukan keluarga barunya untuk dua tahun bahkan selamanya untuk masa yang akan datang. 

Alhamdulillah, berkah santri, berkah kyai. 
Teruslah berdoa untuk ku, Adik bungsumu. 
Karena kalian semua sudah menjadi sebagian dari cerita bermakna ku, maka dari itu pupuklah jangan sampai layu. Aku akan menemuimu kelak ketika semua subur dan tumbuh, bahkan ketika dahan dan akarku mulai rapuh.. 


Talkshow Regional Jatim-Bali-NTB


Mereka menyebutnya Pra-PK

by on Mei 30, 2019
Pra-Persiapan Keberangkatan LPDP Afirmasi Santri 2019 Bulan Maret 2019, Pengumuman kelolosan tahap substansi sudah nampak. Aku ucapkan se...

Selamat buat teman-teman yang dinyatakan Lolos Seleksi Berbasis Komputer (bisa dibaca pengalaman saya pada tahap tersebut disini). Selanjutnya saya harus mengikuti tahap Seleksi Substansi, berupa Seleksi LGD, verifikasi berkas dan seleksi wawancara.

Kurang lebih dua minggu setelah pengumuman kelolosan seleksi berbasis komputer, jadwal pelaksanaan seleksi wawancara keluar di masing-masing akun pendaftaran. Kebetulan pada saat itu saya mendapatkan kesempatan seleksi pada hari pertama, 26 Februari 2019. Diawali dengan verifikasi berkas. Tidak perlu saya ceritakan panjang lebar ya. Intinya semua berkas asli yang sudah kalian unggah di formulir pendaftaran harus kalian bawa. Jika dirasa punya berkas pendukung berupa buku, majalah, koran dan/atau pernghargaan yang dapat mendukung seleksi wawancara kalian, bisa juga dibawa.

Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit, nama saya terpanggil untuk memasuki ruangan wawancara. Saya mendapatkan meja nomor tiga. Menurut pengalaman pribadi sih, pengelompokan meja berdasarkan lingkup keilmuan. Karena meja tiga pada saat wawancara rata-rata didominasi oleh calon mahasiswa sains dan kesehatan. Begitu juga dengan meja empat yang didominasi oleh mahasiswa sosial dan ekonomi. Jadi usahakan kalian sudah bergabung dengan grup Whatsapp antar satu kelompok meja wawancara, agar mudah berdiskusi apa saja yang harus dipersiapkan dalam wawancara.

Memasuki ruangan wawancara dengan badan tegap dan juga percaya diri. Karena reviewer akan melihat gerak-gerik kita dari mulai memasuki ruangan dan berjalan sampai ke meja wawancara. Kebetulan meja tiga terletak di paling ujung, sehingga saya harus berjalan melewati beberapa meja wawancara lainnya.

Satu meja wawancara terdiri atas tiga reviewer. Masing-masing dari beliau adalah akademisi, psikolog, dan pihak LPDP atau bahkan dari Kemenag (karena ada jalur afirmasi santri ya). Secara garis besar topik pertanyaan yang diajukan reviewer adalah sebagai berikut:

1. Akademisi
- Apa tujuan kamu melanjutkan kuliah S2?
- Kenapa memilih kampus tersebut? Kenapa bukan yang lain?
- Bagaimana rencana tesis yang akan kamu lakukan?
- Apakah sudah pernah kontak dengan Profesor disana? Kenapa memilih beliau sebagai calon pembimbing ?
- Kapan kamu menyelesaikan S1, dan apa saja yang kamu lakukan semasa kuliah ?
- Apa yang kamu lakukan setelah lulus S1 dan kelak setelah lulus S2?
- Apa kontribusimu yang sudah, sedang dan akan kamu lakukan bagi tempat belajarmu?

2. Psikologi
- Perkenalkan singkat, siapa dirimu !
- Bagaimana keluargamu?
- Apa kesuksesan terbesarmu? bagaimana cara mendapatkannya?
- Apa kelebihan dan kekuranganmu?
- Organisasi apa saja yang pernah kamu ikuti? apa masalah terbesarnya?
- Apa mimpimu 5-10 tahun kedepan? bagaimana cara mewujudkannya?
- Kegagalan terbesar apa yang pernah kamu dapatkan?
- Hal apa yang membuat kamu layak mendapatkan Beasiswa LPDP?
- Apamotivasi terbesar dan goal masa depan yang kamu inginkan?
- Apakah anda keberatan dengan surat pernyataan yang diberikan LPDP?

3. Tim LPDP/Kemenag
- Apa yang kamu ketahui tentang LPDP? bagaimana tujuan LPDP? apa keunggulan LPDP?
- Apa makna Indonesia bagi kamu? bangga gak jadi WNI?
- Bagaimana caramu berbakti untuk Indonesia?
- Bagaimana implementasi makna pancasila bagi kehidupanmu?
- Apakah pancasila perlu dirubah?
- Apa makna ideologi pancasila? masih relevan tidak dengan kondisi negara saat ini?
- Apa makna pesantren bagimu?
- Kontribusi apa yang telah, sedang, dan akan kamu lakukan untuk pesantren dan Indonesia?
- Apa pendapatmu tentang khilafah?
- Apa pendapatmu tentang nasionalisme?

Yay ! Kira-kira begitu macam pertanyaan yang diajukan oleh reviewer. Kurang lebih 45-60 menit waktu yang digunakan pada proses wawancara. Daaan Alhamdulillah, wawancara saya berjalan dengan lancar. Serta lolos dengan score yang memuaskan !



Pesan saya, persiapkan jawaban sebanyak-banyaknya dari segala macam refrensi pertanyaan. Karena kita tidak akan pernah tau pertanyaan mana yang akan muncul hihi

Percaya diri dalam menjawab. Jawablah sesuai dengan porsi masing-masing. Yang terpenting harus jujur dan tegas. Karena jawabanmu pada saat wawancara akan di cocokkan dengan jawabanmu pada saat seleksi kepribadian tahap SBK. Datang maksimal satu jam sebelum pelaksanaan wawancara, agar fikiran bisa fokus. Jangan lupa sarapan dan meminta doa orang tua agar selalu dimudahkan :) Gud Luck Scho Hunter !
Leaderless Group Discussion (LGD) merupakan salah satu seleksi pada tahap substansi. Bagaimana sih gambaran LGD pada seleksi LPDP ini?

Oke, setelah saya dinyatakan lolos Seleksi Berbasis Komputer, saya melanjutkan mengikuti tahapan seleksi LGD. LGD ini diikuti oleh 4-5 orang per kelompok dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Baik magister maupun doktoral akan dijadikan satu kelompok. Kecuali tujuan kampus luar negeri, akan dibedakan. Karena proses LGD mereka menggunakan bahasa inggris ya hehe.

Selanjutnya, teman-teman akan masuk dalam satu ruangan yang berisikan dua pengawas sekaligus menjadi penguji saat LGD. Setelah dipersilahkan duduk, kalian akan diberikan satu lembar kertas yang berisikan narasi singkat sekitar 5 paragraf tentang berita terbaru yang terjadi di Indonesia. Setelah itu pengawas akan memberikan waktu secara penuh kepada peserta untuk mengambil alih jalannya diskusi. Waktu yang disediakan sebesar 30 menit, dengan 5 menit pertama digunakan untuk membaca berita yang diberikan. Selanjutnya teman-teman harus memilih peran pada saat jalannya diskusi. Bisa sebagai warga, pendidik, pemerintah, peneliti, dan sebagainya.

Topik yang kami dapatkan pada saat LGD adalah "Sertifikasi Sumber Daya Manusia". Secara singkat, cerita diskusi kami sangat beragam. Saya sendiri mengambil peran sebagai peneliti/saintis dan saya sangat setuju dengan adanya sertifikasi SDM di Indonesia. Hal tersebut sangat membantu dalam pengakuan dan pubikasi hasil riset dan penelitian yang dilakukan. Kemudian setiap peserta harus diusahakan mendapatkan jatah berbicara dengan adil dan merata. Kira-kira per peserta pada saat itu dapat kesempatan berargumen sebanyak 3 kali. Jadi, usahakan sebelum masuk ruangan teman-teman harus saling berkenalan agar enjoy pada saat berdiskusi. Beberapa tips agar LGD berjalan lancar antara lain:

1. Biasakan membaca berita terbaru di Indonesia, dan cobalah memberi tanggapan terkait hal tersebut
2. Kondisikan intonasi pada saat berargumen, jangan terlalu berambisi
3. Hargai pendapat orang lain, meskipun harus berlawanan dengan pendapat pribadi
4. Selalu senyum ketika berpendapat
5. Jangan mendominasi dalam berpendapat

Oke kira-kira seperti itu gambaran dari LGD pada tahap seleksi substansi LPDP :) Semoga bermanfaat !

Latihan LGD regional Surabaya

Kelompok LGD pada saat seleksi substansi


Tahap kedua setelah dinyatakan lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP, teman-teman akan mengikuti Seleksi Berbasis Komputer (SBK). Dalam hal ini, LPDP bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer. Soal disediakan dalam standar Computer Assisted Test (CAT), layaknya seleksi CPNS. Seleksi ini terdiri dari tiga tahap:

1. Tes Potensi Akademik
Agar terbiasa dengan tipe soal TPA, kalian bisa berlatih dari buku TPA Bapennas. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan TPA selama 60 menit. Jawaban benar dengan score 5 dan jika salah/kosong mendapatkan nilai 0. Komposisi soal yang diberikan terdiri dari verbal (sinonim, antonim, analogi, dan soal cerita), nominal (deret aritmatika, bangun ruang, diskon, bruto tara neto, dll), dan penalaran (analitis dan logis).

2. Soft Competency
Soal Soft Competency ini merupakan jenis soal kepribadian. Tidak ada salah atau benar, melainkan ada rentang score 1-5 pada jawaban yang kalian pilih. Jawablah sesuai pribadi kalian. Karena hal tersebut akan dicocokkan dengan jawaban kalian pada saat seleksi wawancara.

3. On the Spot Writing Essay
Pada tahap ini, kalian akan diberikan sebuah narasi singkat mengenai isu terhangat di Indonesia. Selanjutnya kalian harus memberikan karangan berupa essay mengenai tanggapan dan tawaran solusi yang kalian berikan pada kasus tersebut. Usahakan kalian mengetahui berita-berita terbaru yang lagi hangat di Indonesia yah. Saya pribadi mempersiapkan tes ini dengan cara membaca berita dari berbagai aplikasi berita pada ponsel dan juga koran pagi hari hehe.
Untuk pendaftar luar negeri, menulis essay wajib dengan bahasa inggris ya. Waktu yang disediakan juga 60 menit. Bukan waktu yang lama jika kita mengerjakan dalam kondisi yang tegang dan ramai (karena dalam satu ruangan mengetik menggunakan keyboard secara bersamaan). Jadi, biasakan dari sekarang untuk membaca berita terkini dan juga memberikan pendapat dan solusi yang ditawarkan.

Passing Grade untuk Test Potensi Akademik (TPA) jalur reguler sebesar 180, dan jalur afirmasi sebesar 150. Nilai akhir TPA menjadi penentu apakah kalian lolos dan lanjut pada tahap berikutnya atau tidak. Jadi jika dirasa nilainya lebih dari batas minimum, optimis aja persiapkan untuk seleksi selanjutnya :)))))

Kurang lebih sih gitu ya teman-teman. Sering-seringlah berlatih, agar terbiasa saat menghadapi soal yang diberikan ! Semoga lancar sampai tahap akhir nanti~

Score Seleksi Berbasis Komputer


Ada kabar baik ! 
Pada Bulan Desember 2018 telah louncing pembukaan Beasiswa Pascasarjana untuk teman-teman santri di seluruh Indonesia. Kementrian Keuangan RI bekerjasama dengan Kementrian Agama untuk memberikan kesempatan bagi santri dalam melanjutkan jenjang studi baik magister maupun doktoral melalui Beasiswa LPDP RI. Wah angin segar bagi santriwan-santriwati nih ! hehe

Penasaran apa itu Beasiswa LPDP jalur khusus untuk santri ? Langsung aja di klik Beasiswa LPDP Afirmasi Santri

Kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman mengenai persiapan mendaftar Beasiswa LPDP jalur afirmasi santri.

Alhamdulillah, 17 Januari 2019 saya dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dan akan melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya, yakni Seleksi Berbasis Komputer (SBK). Hal-hal apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk mendaftar beasiswa ini? 

1. Pahami Persyaratan Beasiswa 
Membaca salah satu kunci utama dalam memenuhi semua persyaratan pendaftaran. Karena LPDP sudah menyediakan booklet/panduan pendaftaran yang dapat diunduh oleh siapapun. Ada beberapa persyaratan khusus bagi pendaftar jalur afirmasi santri. Salah satunya adalah dari alumni BPSB/Ma'had Aly lulusan 2 tahun terakhir, dan/atau santri dan pendidik pesantren minimal 3 tahun terakhir. Selain itu, pesantren harus sudah terdaftar di Kemenag ya. Cara cek apakah pesantren kalian sudah terdaftar di kemenag, bisa di klik disini Pangkalan Data Pondok Pesantren

2. Menentukan Kampus Tujuan
Ini adalah hal yang sangat penting. Kalian harus mempertimbangkan dengan baik kampus mana yang akan kalian tuju. Salah satu cara untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antar kampus, bisa langsung mengunjungi website kampus masing-masing ya.
Hal-hal yang harus kalian ketahui adalah rangking serta akreditasi kampus dan jurusan yang akan dipilih, durasi perkuliahan, mata kuliah apa saja dan berapa SKS yang akan ditempuh, kecocokan riset dan yang paling penting adalah profesor yang ahli di bidang penelitian yang akan kalian lakukan. 

3. Sertifikat Bahasa Inggris
Sertifikat bahasa asing menjadi syarat mutlak pendaftar beasiswa. Mendapatkan score bahasa asing tidak dapat diperoleh secara cepat dan instan. Teman-teman harus mempersiapkan timeline yang pas untuk mengikuti tes tersebut. Usahakan kalian dapat memperoleh sertifikat bahasa asing sebelum pendaftaran online ditutup. Karena sertifikat akan terbit kurang lebih 14 hari kerja setelah pelaksanaan tes. Ohya, untuk jalur Afirmasi Santri mendapatkan keistimewaan score minimal bahasa asing yang lebih rendah dari pada jalur lainnya. Untuk Magister Dalam Negeri menggunakan TOEFL ITP atau TOAFL 400/IELTS 33 dan magister Luar Negeri TOEFL ITP atau TOAFL 500/IELTS 6.0.

4. Surat Rekomendasi
Khusus bagi pendaftar jalur Afirmasi Santri, surat rekomendasi diberikan oleh pengasuh pondok pesantren ya. Untuk format surat rekomendasi sudah di sediakan oleh LPDP, jadi kalian tinggal unduh kemudian menyerahkan kepada pemberi rekomendasi. Jika kalian mendaftar melalui jalur reguler/selain Afirmasi Santri, surat rekomendasi bisa kalian dapatkan dari dosen ataupun tokoh masyarakat. Asalkan beliau menganal kita, bahkan jika selaras dengan keilmuan kita itu lebih baik. 

5. Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba
Untuk Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba wajib dimiliki oleh seluruh pendaftar beasiswa, baik dalam negeri ataupun luar negeri. Namun jika kalian ingin mendaftar kampus luar negeri, kalian juga harus mempersiapkan Surat Keterangan Bebas TBC. Semua jenis surat tersebut harus dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah daerah. Bisa klik disini pengalaman saya dalam mendapatkan Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba. 

Untuk mendapatkan surat keterangan tersebut saran saya jangan dilakukan mendekati penutupan pendaftaran yah. Karena kalian akan membutuhkan waktu 1-2 hari dalam mendapatkan hasilnya. So, persiapkan jauh-jauh hari ! 

6. Membuat Essay 
Ada dua jenis essay yang harus saya submit pada saat mendaftar. Pertama tentang rencana studi, dan yang kedua tentang kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan terhadap Indonesia. Untuk essay rencana studi, saya menceritakan alasan memilih kampus, berapa durasi perkuliahan, SKS dan matakuliah apa saja yang akan saya tempuh, kegiatan apa saja yang akan saya lakukan pada saat studi dan pasca studi. Saya juga menceritakan tentang rancangan penelitian dan tesis yang akan saya kerjakan. Di akhir paragraf saya tutup dengan kegiatan-kegiatan tambahan yang dapat mendukung kelancaran studi.

Essay kedua mengenai kontribusi untuk Indonesia. Pada essay tersebut saya menceritakan hal-hal apa saja yang sudah saya lakukan, termasuk pengabdian kepada pesantren, sekolah, dan lingkungan. Kemudian saya lanjutkan tentang kontribusi yang sedang dan akan saya berikan untuk Indonesia. Tidak lupa juga saya sampaikan harapan untuk pesantren di masa yang akan datang serta strategi saya dalam mewujudkannya (karena daftarnya jalur santri ya, jadi harus menyinggung pengabdian untuk pesantren hihi). 
Ohya, jangan lupa untuk selalu minta koreksi dari rekan atau awardee LPDP ya. Karena itu sangat membantu dalam memperbaiki essay yang kalian tulis :) yang paling penting, yang kalian tulis harus benar-benar jujur dan by yr self. 

7. Pengisian Formulir Pendaftaran
Banyak hal yang harus saya isi pada kolom formulir pendaftaran. Dari mulai data diri pribadi, pengalaman organisasi, prestasi, penghargaan, seminar, pelatihan, sampai penelitian dan publikasi. Untuk melengkapi semua hal yang dibutuhkan, tidak bisa dalam waktu singkat. Karena saya harus mengisi detail dari jabatan dan posisi saat mengikuti berbagai kegiatan, sampai pada tanggal pelaksanaannya. Jadi usahakan buat kalian yang akan mendaftar, bisa memulai mengisi formulir setelah mendapatkan akun pendaftaran LPDP ya.

Untuk download segala booklet/panduan dan beberapa format pendaftaran beasiswa bisa di unduh di halaman website LPDP yaa.. Bisa langsung klik disini

Oke, tahap yang paling akhir, jangan lupa berdoa dan diteliti kembali semua berkas dan kelengkapan yang harus dipenuhi. Semoga langkah dalam mendaftar beasiswa LPDPnya di permudah ! Amin.

Berkas yang harus diunggah di halaman pendaftaran