Jakarta, 26/06

Hari kedua karantina NU Scholarship diisi dengan materi tentang bagaimana membuat CV dan Essay yang diperlukan untuk pendaftar beasiswa dan kampus tujuan. 


Di ruang perpustakaan Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Ir. Drs. Abdul Rahman Ma'mun, MIP membuka kelas siang dengan pemahaman apa arti dari CV dan Essay. Beliau menyampaikan bahwa CV atau curriculum vitae merupakan perjalanan penting kehidupan penulis. Sehingga sangat penting memahami bagaimana cara membuat cerita perjalanan kita menjadi sangat menarik. 


"Nama kita adalah suara paling merdu dari suara apapun"


Kalimat pembuka yang paling kami ingat pada saat itu. Mas Aman, nama yang familiar beliau, mengibaratkan pada saat perjalanan di dalam bandara, stasiun atau tempat umum. Ketika saat itu kami fokus dengan ponsel masing-masing sembari menunggu jadwal keberangkatan atau penjemputan, semua informasi yang muncul dari mikrofon informan pasti tidak akan terdengar. Tetapi jika nama kita disebut atau dipanggil, secara otomatis kita akan spontan merasa terpanggil dan mencari sumber suara tersebut. 


Sehingga sebenarnya menulis CV itu penting, karena bagaimana kita akan menceritakan siapa kita dengan segala pengalaman di masa lalu. 

CV sebaiknya berisi tentang latar belakang akademis, pengalaman kerja, keterampilan, dan prestasi. Sedangkan konteks dari CV sendiri itu adalah melihat kualifikasi dan potensi akademisi. Jika itu membuat CV dengan tujuan akademisi. 

Sedangkan essay sebagian berisi tentang inspirasi, aspirasi dan mungkin tentang cita-cita tentang apa yang ingin kita lakukan di dunia yang sebagian besar untuk masa depan. 


Isi dari essay biasanya berupa sejarah masa depan. Mas Aman menyampaikan bahwa Essay diciptakan untuk menunjukkan motivasi, tujuan karier, dan program studi yang dipilih yang akan membantu mereka mencapai tujuan tersebut. 


"Essay yang baik adalah essay yang mampu menghubungkan latar belakang pelamar dengan tujuan masa depan mereka, serta menunjukkan komitmen dan kesiapan untuk berkontribusi di bidang studi yang dipilih", sambung beliau. 


Jadi pembuatan CV dan essay ini merupakan bagian dari persiapan diri untuk tujuan jangka panjang di masa depan. Sehingga beliau berkali-kali menyampaikan agar kita selalu fokus dan serius dalam menuangkan segala prestasi dan hal yang dapat menjual nama kita dalam masing-masing tujuan yang ingin dicapai. 


#NUScholarship2024


 


Jakarta, 24 Juni 2024

Berlokasi di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, sebanyak 20 penerima beasiswa NU Scholarship (NUS) menghadiri pembukaan karantina yang diadakan oleh Lakpesdam PBNU. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda besar dari serangkaian kegiatan yang diberikan oleh Lakpesdam kepada penerima beasiswa setelah menjalani proses persiapan Bahasa Inggris selama 3-4 bulan. 


Dihadiri oleh Dr. Syauqillah, M.Si selaku Direktur NUS dan Prof. Dr. KH. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, serta seluruh tim internal dan panitia ikut serta pada kegiatan pada pagi hari itu. Acara ini mendapat apresiasi penuh dari Prof. Arif karena menjadi momentum bagi para penerima beasiswa untuk mempersiapkan studi di luar negeri yang sebagian besar difokuskan pada bidang Sains, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM). Karena pada dasarnya saat ini kader NU sebagian besar telah tersebar di luar negeri dengan bidang Islamic Studies. Beliau merasa bangga menjadi bagian yang ikut andil dalam menyukseskan kegiatan karantina tersebut. 


Prof. Arif juga berkesempatan menceritakan pengalaman belajar di Zona Australia dan menjadi Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand (ANZ) pertama pada tahun 80-an. Dimana pada saat itu beliau merasa jika ternyata banyak kader-kader NU yang tersebar di banyak penjuru dunia, tetapi belum ada data yang mendokumentasikan hal itu secara baik. Dengan adanya PCINU-ANZ ini sangat diharapkan dapat mengumpulkan keluarga NU disana, sehingga meskipun jauh dari keluarga tetapi para mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri tetap menemukan rumah untuk berbagi dan kembali. 


Sebagai pembuka sesi pada pagi hari itu, beliau sangat bersemangat berbagi pengalaman dalam mencari ilmu di luar negeri, termasuk cross culture, adaptasi dengan lingkungan yang baru, dan menghadapi segala kesulitan disana. 


Di kesempatan yang sama, Direktur NUS juga menyampaikan bahwa memang benar jika para kader-kader NU yang berada di luar negeri harus memiliki wadah seperti PCINU tersebut. Sehingga melalui NU Scholarship ini akan mempersiapkan banyak kader yang kemudian dikirim ke segala penjuru dunia. Saat ini NUS menjadi platform besar yang mengakomodir beberapa segmentasi beasiswa yang ada di PBNU, seperti beasiswa santri RMI NU, LP Ma'arif, peradaban, vokasi dan pendampingan S2-S3 Luar Negeri. Harapannya semua data pendaftar beasiswa dari kader NU akan terdokumentasi dengan baik di dalam website NUS. 


Setelah kegiatan dibuka oleh pak Direktur, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pemaparan terkait agenda dan ketentuan yang akan dilakukan selama satu bulan karantina. Seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki harapan kepada para penerima beasiswa NUS untuk terus fokus pada persiapan mendaftar beasiswa dan kampus tujuan. Sehingga setelah kegiatan selesai dilaksanakan semua peserta dapat melengkapi persyaratan administrasi dan mulai mendaftar pada kampus bahkan supervisor masing-masing. 


#NUScholarship2024

Lima belas tahun yang lalu, pertama kita bertemu


Mungkin pada saat itu aku masih memikirkan bagaimana agar tidak canggung berinteraksi denganmu. Logat Tambakboyo Tuban yang sangat khas membuatku dengan mudah mendeteksi suaramu yang yaah agak keras juga sih kalo ngobrol atau bahkan tertawa dari dalam kamar. Ternyata kedekatanku dan kamu pada saat itu tidak hanya sebatas teman sekolah, tetapi lebih jauh dari itu, malah jadi keluarga versi jarak jauh yang dulu mungkin selalu ingin saling tau. 


Dan akhirnya jeda membuat aku dan kamu tidak saling khawatir, karena memang sudah ada keluarga masing-masing. Wajar sih, fase tumbuh dan hidup ala orang dewasa membuat aktifitasku dan kamu menjadi sangat penuh dan tidak ada ruang untuk berbagi seperti dulu. Meskipun kadang aku dan mungkin juga kamu sempatkan untuk intip dan scroll halaman sosial media masing-masing, yang berlanjut dengan balas story dan hanya berubah status menjadi "seen" tanpa ada satu dua kata balasan yang terketik kembali. Yah biasanya emang gitu sih, anak muda jaman sekarang suka ilang-ilangan. 


Mungkin itu hanya sedikit pengantar klise, yang semua orang juga pasti alamin kalo lagi iseng dan mungkin kangen sama siapapun itu.


Yang jelas, setelah aku membaca ulang pesan kita berdua, ternyata dibalik semua itu selalu kita sempatkan untuk mendoakan satu sama lain, meskipun doanya juga itu itu aja sih. 

"Semoga bisa segera ketemu ya mak.. 

"Semoga nanti ketemu ya nyan.. 

"Sehat selalu yaaa..

Ah bosan sekali.


----------------------------------


Mak, hari ini, sekitar jam 10 pagi aku mendengar kabar yang rasanya tidak ingin aku dengarkan. Maaf kalo aku langsung spontan share ke grup dan kontak yang memungkinkan untuk memberi kejelasan. Tanpa aku konfirmasi langsung ke nomor Whatsappmu. Tadinya aku mau langsung pencet tombol tilpun di nomormu, tapi aku takut.. takut kalau kabar itu ternyata memang benar adanya.


Dan satu jam setelahnya, melalui kabar Mas Dhana, ternyata mamak sudah tenang bahagia.


Mak aku pastikan semua yang pernah berinteraksi denganmu meyakini bahwa kebaikan dan ketulusanmu akan menjadi jalan terbaikmu. 


Mak, aku kehilangan.. benar-benar kehilangan 


Sudah, aku tak sanggup melanjutkan bercerita, tadinya mau mengenang semua jejak cerita kita berdua yang mungkin tidak begitu menarik ya mak. Tapi ternyata aku lebih memilih untuk mendoakanmu dalam diam dan menyimpan semua kisah bersama dalam keabadian.

Bertemu lagi nanti di Surga ya Mak.. 

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ


Nur Indriyani Dhita Hapsari, 

Wafat di Tuban, 14 Mei 2024





Hari ini (12/05), Lembaha Solusi Halal PW ISNU Jawa Timur mengadakan halal bihalal sekaligus rapat koordinasi antar semua Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan fasilitator. Pada kegiatan tersebut juga serta mengundang kepala dan staff Kemenag Jawa Timur, satgas halal Jawa Timur, dan juga beberapa kepala dinas terkait. 


LSH PW ISNU Jawa Timur berhasil membersamai ribuan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikat halal gratis melalui jalur self declare. Siti Nur Husnul Yusmiati, selaku direktur LSH PW ISNU Jawa Timur menyampaikan bahwa bersama dengan semua P3H dan fasilitator halal, lembaga ini akan bertekat penuh dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai pusat halal Indonesia. 


"Jumlah pendamping yang dimiliki LSH PW ISNU Jawa Timur telah lebih dari 1800, sehingga sangat memungkinkan jika kami menjadi salah satu lembaga yang berkontribusi banyak pada program self declare kali ini," ucapnya.


Terlebih pada tanggal 04 Mei 2024, sesuai arahan BPJPH, semua pendamping halal serentak mengadakan Kick Off Sertifikasi Halal Desa Wisata di 272 titik seluruh kab/kota di Jawa Timur. Selain itu Bu Husnul juga memberi instruksi kepada seluruh pendamping untuk ikut serta aktif pada pendampingan wilayah sentra kuliner, kantin sekolah, dan foodcourt yang berada di desa, kecamatan dan kabupaten masing-masing. 


Sampai saat ini pendamping dari LSH PW ISNU Jawa Timur sudah berhasil mendampingi umkm mikro dalam pendaftaran sertifikasi halal dan telah mencapai sekitar 34rb sertifikat halal terbit. Sehingga dalam kesempatan kali ini, LSH PW ISNU Jawa Timur memberikan beberapa penghargaan (reward) kepada pendamping yang telah mencapai 1000, 500, dan 50 sertifikat halal yang sudah terbit per bulan Mei 2024. Terdapat sekitar 50 pendamping yang berhasil mendapatkan reward tersebut. Ini merupakan apresiasi dari LSH PW ISNU Jawa Timur kepada kami P3H. 


Reward ini sebagai penyemangat para pendamping agar selalu aktif dan bijak dalam mendampingi para pelaku usaha, survey lapangan, dan melakukan verifikasi serta validasi terhadap dokumen dan data yang akan diajukan pada pendaftaran sertifikasi halal jalur self declare.


Bu Husnul juga menyampaikan bahwa saat ini sistem sihalal sudah mengalami kemajuan yang pesat jika dibandingkan dengan proses pengajuan pada awal Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) dibuka. Sehingga beliau berharap kerja dari para pendamping harus semakin semangat, tidak pernah lelah dalam proses pendampingan, ulet dan juga aktif. Meskipun kadang sistem mengalami down dan eror, tetapi hal tersebut sangat lumrah karena kadang terjadi maintenance dari internal BPJPH. 


Semoga melalui LSH PW ISNU Jawa Timur ini dapat membantu percepatan sertifikasi halal jalur self declare di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu pusat halal di dunia. 

 


Lembaga Solusi Halal PW ISNU Jawa Timur bersama dengan Disporapar dan Kemenag Kab. Sidoarjo mengadakan kegiatan Kick Off pendaftaran sertifikasi halal gratis serentak di 3000 desa wisata se-Indonesia (4/5). Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI tentang sertifikasi halal produk makanan dan minuman untuk usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Serta sesuai dengan arahan pemerintah khususnya BPJPH Kementrian Agama dalam menyukseskan Wajib Halal Oktober (WHO) 2024.


Berlokasi di Gedung Delta Graha Lt.3 Setda Kab. Sidoarjo, kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 pelaku UMKM Wisata dan Ekonomi Kreatif dari 18 kecamatan di Sidoarjo. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Perencanaan dan Pembangunan Setda Kab. Sidoarjo, Bapak M. Mahmud, S.Sos, M.H, serta dihadiri oleh Bapak Yudhi Iriyanto, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kab. Sidoarjo dan Ibu Vira Murti Krida Laksmi, S.STP, M.H, selaku Kepala Bidang Pariwisata yang memberikan beberapa sambutan sebelum proses pendampingan dimulai serta membersamai proses kegiatan kick off sampai akhir. Dari Kementrian Agama Kab. Sidoarjo turut hadir Bapak Farid Yusron, S.Sos., M.M selaku Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sidoarjo yang kemudian menjelaskan tentang urgensi dan tahap pengajuan sertifikasi halal. 


Sejumlah delapan Pendamping Proses Produk Halal dari LSH PW ISNU Jawa Timur berperan sebagai eksekutor pada pendaftaran sertifikasi halal secara on the spot di lokasi kegiatan. Ibu Vira menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini tidak hanya untuk memberikan legalitas halal kepada para pelaku usaha, tetapi juga mendorong destinasi wisata di Indonesia khususnya di Kab. Sidoarjo sebagai destinasi yang Moslem Friendly Tourism dan Indonesian Moslem Travel Index.


Para pelaku usaha desa wisata sangat antusias mendengarkan segala arahan dan informasi yang disampaikan, sehingga mereka lebih memahami apa urgensi dari sertifikasi halal yang akan diperoleh nanti. Terdapat lebih dari 30 jenis produk yang didaftarkan pada kegiatan tersebut, meliputi bakery, keripik dan kerupuk, permen dan olahan cokelat, puding, olahan buah, minuman ringan, minuman tradisional, kue basah, bahkan tepung, sambal dan penyedap organik. Dimana semua kategori tersebut sesuai dengan Kepkaban No. 22 Tahun 2023 yang mengatur jenis-jenis produk yang wajib bersertifikasi halal pada 17 Oktober 2024. 


Bapak Farid Yusron, perwakilan dari Kemenag Kab. Sidoarjo sangat mendukung kegiatan kick off sertifikasi halal gratis untuk desa wisata. Mengingat Kab. Sidoarjo memiliki banyak tempat wisata yang tersebar di 18 kecamatan. Beliau berharap semua masyarakat khususnya di desa wisata yang memiliki usaha di bidang makanan dan minuman dapat bekerja sama dan memberi respon baik kepada tiap pendamping halal yang nantinya akan bertugas. 


"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal percepatan sertifikasi halal desa wisata di Indonesia, khususnya di Kab. Sidoarjo", pungkasnya. 




Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menghadirkan satu program baru untuk para kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan jalur beasiswa. 


Melalui NU Scholarship (NUS), diharapkan dapat membersamai seluruh kader muda NU dalam mempersiapkan segala syarat administrasi dalam mendaftar beasiswa studi ke luar negeri, baik jenjang magister (S2) ataupun doktoral (S3). Bpk. H. Ulil Abshar Abdalla, MA (Gus Ulil) selaku ketua PBNU bidang pendidikan menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah pionir yang diinisiasi oleh Lakpesdam PBNU dalam mengupayakan kebangkitan abad kedua NU dalam hal pengembangan sumber daya manusia khususnya kader muda NU yang dapat bersaing dan unggul. 


Hasanuddin Ali, Ketua Lakpesdam PBNU, juga menyampaikan bahwa program pendampingan ini memberi prioritas pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), meskipun tidak menutup kemungkinan sangat terbuka bagi kader muda NU yang memiliki bidang minat studi selain itu. 


Proses pendaftaran program NUS ini tidak singkat, diawali dengan serial webinar dari para pengurus NU yang sedang menempuh pendidikan tinggi dengan skema beasiswa, yang tersebar pada beberapa zona yakni Amerika-Eropa, Asia, dan Australia-New Zealand. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan seleksi wawancara. 


Program NUS ini akan memberikan beberapa keuntungan kepada penerimanya, diantaranya adalah mentoring pengajuan beasiswa, pemantapan bahasa inggris secara intensif, official test IELTS, dan coaching clinic dengan mentor yang profesional dan ahli pada bidangnya. Tentu dengan berbagai agenda dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para calon penerima beasiswa luar negeri. 


Hari Selasa, 07 November 2023, telah dilakukan technical meeting secara online kepada seluruh penerima beasiswa NUS kali ini. Dihadiri oleh Gus Ulil selaku ketua PBNU bidang pendidikan, Pak Hasanuddin Ali selaku ketua Lakpesdam PBNU, Gus Muhammad Syauqillah selaku direktur program NUS, serta seluruh tim dan panitia penyelenggara beasiswa NUS, memberikan pengarahan dan penjelasan secara detail terkait program beasiswa tersebut. Terdapat 20 penerima beasiswa NUS yang diperoleh dari hasil seleksi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Grand Opening dan peluncuran NU Scholarship pada hari Senin, 20 November 2023, di gedung PBNU lt.8 Jakarta Pusat yang dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Dr. KH. Yahya Cholil Staquf. 


Tentu ini merupakan program yang sangat berharga bagi kami, para kader muda NU. Kami sangat berharap melalui beasiswa NUS ini dapat meningkatkan kualitas diri dalam mempersiapkan kompetensi untuk memenuhi kriteria sebagai kandidat penerima beasiswa baik S2 atau S3 di luar negeri. Sehingga kader muda NU dapat menjadi generasi intelektual yang berkualitas dan menjadi sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan peradaban global di Indonesia bahkan dunia. 

Technical meeting (Zoom)


Peluncuran NU Scholarship


Sampai kapanpun aku tidak akan meyakinkan pada diri bahwa berjauhan adalah hal yang menyenangkan.

Tapi ternyata jarak adalah guru terbaikku beberapa tahun terakhir ini. 

Mempersiapkan diri untuk menjadi ibu, serta memilih dan memilah keputusan yang sejatinya tidak bisa disimpulkan dengan mudah. 

Terimakasih ruang dan waktu, yang memberiku banyak list to do di tahun ini, yang mungkin tidak semua bisa terealisasi dengan sempurna. Tapi setidaknya aku selalu bangkit, tumbuh, dan tangguh dengan penuh syukur untuk menghadapi semuanya. Tentu dg tangan dan rangkulan pasangan hidupku yang hanya raganya yang jauh tapi jiwa dan doanya selalu disampingku. 

Spasi kehidupan

by on November 12, 2023
Sampai kapanpun aku tidak akan meyakinkan pada diri bahwa berjauhan adalah hal yang menyenangkan. Tapi ternyata jarak adalah guru terbaikku ...