Lima belas tahun yang lalu, pertama kita bertemu


Mungkin pada saat itu aku masih memikirkan bagaimana agar tidak canggung berinteraksi denganmu. Logat Tambakboyo Tuban yang sangat khas membuatku dengan mudah mendeteksi suaramu yang yaah agak keras juga sih kalo ngobrol atau bahkan tertawa dari dalam kamar. Ternyata kedekatanku dan kamu pada saat itu tidak hanya sebatas teman sekolah, tetapi lebih jauh dari itu, malah jadi keluarga versi jarak jauh yang dulu mungkin selalu ingin saling tau. 


Dan akhirnya jeda membuat aku dan kamu tidak saling khawatir, karena memang sudah ada keluarga masing-masing. Wajar sih, fase tumbuh dan hidup ala orang dewasa membuat aktifitasku dan kamu menjadi sangat penuh dan tidak ada ruang untuk berbagi seperti dulu. Meskipun kadang aku dan mungkin juga kamu sempatkan untuk intip dan scroll halaman sosial media masing-masing, yang berlanjut dengan balas story dan hanya berubah status menjadi "seen" tanpa ada satu dua kata balasan yang terketik kembali. Yah biasanya emang gitu sih, anak muda jaman sekarang suka ilang-ilangan. 


Mungkin itu hanya sedikit pengantar klise, yang semua orang juga pasti alamin kalo lagi iseng dan mungkin kangen sama siapapun itu.


Yang jelas, setelah aku membaca ulang pesan kita berdua, ternyata dibalik semua itu selalu kita sempatkan untuk mendoakan satu sama lain, meskipun doanya juga itu itu aja sih. 

"Semoga bisa segera ketemu ya mak.. 

"Semoga nanti ketemu ya nyan.. 

"Sehat selalu yaaa..

Ah bosan sekali.


----------------------------------


Mak, hari ini, sekitar jam 10 pagi aku mendengar kabar yang rasanya tidak ingin aku dengarkan. Maaf kalo aku langsung spontan share ke grup dan kontak yang memungkinkan untuk memberi kejelasan. Tanpa aku konfirmasi langsung ke nomor Whatsappmu. Tadinya aku mau langsung pencet tombol tilpun di nomormu, tapi aku takut.. takut kalau kabar itu ternyata memang benar adanya.


Dan satu jam setelahnya, melalui kabar Mas Dhana, ternyata mamak sudah tenang bahagia.


Mak aku pastikan semua yang pernah berinteraksi denganmu meyakini bahwa kebaikan dan ketulusanmu akan menjadi jalan terbaikmu. 


Mak, aku kehilangan.. benar-benar kehilangan 


Sudah, aku tak sanggup melanjutkan bercerita, tadinya mau mengenang semua jejak cerita kita berdua yang mungkin tidak begitu menarik ya mak. Tapi ternyata aku lebih memilih untuk mendoakanmu dalam diam dan menyimpan semua kisah bersama dalam keabadian.

Bertemu lagi nanti di Surga ya Mak.. 

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ


Nur Indriyani Dhita Hapsari, 

Wafat di Tuban, 14 Mei 2024





Hari ini (12/05), Lembaha Solusi Halal PW ISNU Jawa Timur mengadakan halal bihalal sekaligus rapat koordinasi antar semua Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dan fasilitator. Pada kegiatan tersebut juga serta mengundang kepala dan staff Kemenag Jawa Timur, satgas halal Jawa Timur, dan juga beberapa kepala dinas terkait. 


LSH PW ISNU Jawa Timur berhasil membersamai ribuan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikat halal gratis melalui jalur self declare. Siti Nur Husnul Yusmiati, selaku direktur LSH PW ISNU Jawa Timur menyampaikan bahwa bersama dengan semua P3H dan fasilitator halal, lembaga ini akan bertekat penuh dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai pusat halal Indonesia. 


"Jumlah pendamping yang dimiliki LSH PW ISNU Jawa Timur telah lebih dari 1800, sehingga sangat memungkinkan jika kami menjadi salah satu lembaga yang berkontribusi banyak pada program self declare kali ini," ucapnya.


Terlebih pada tanggal 04 Mei 2024, sesuai arahan BPJPH, semua pendamping halal serentak mengadakan Kick Off Sertifikasi Halal Desa Wisata di 272 titik seluruh kab/kota di Jawa Timur. Selain itu Bu Husnul juga memberi instruksi kepada seluruh pendamping untuk ikut serta aktif pada pendampingan wilayah sentra kuliner, kantin sekolah, dan foodcourt yang berada di desa, kecamatan dan kabupaten masing-masing. 


Sampai saat ini pendamping dari LSH PW ISNU Jawa Timur sudah berhasil mendampingi umkm mikro dalam pendaftaran sertifikasi halal dan telah mencapai sekitar 34rb sertifikat halal terbit. Sehingga dalam kesempatan kali ini, LSH PW ISNU Jawa Timur memberikan beberapa penghargaan (reward) kepada pendamping yang telah mencapai 1000, 500, dan 50 sertifikat halal yang sudah terbit per bulan Mei 2024. Terdapat sekitar 50 pendamping yang berhasil mendapatkan reward tersebut. Ini merupakan apresiasi dari LSH PW ISNU Jawa Timur kepada kami P3H. 


Reward ini sebagai penyemangat para pendamping agar selalu aktif dan bijak dalam mendampingi para pelaku usaha, survey lapangan, dan melakukan verifikasi serta validasi terhadap dokumen dan data yang akan diajukan pada pendaftaran sertifikasi halal jalur self declare.


Bu Husnul juga menyampaikan bahwa saat ini sistem sihalal sudah mengalami kemajuan yang pesat jika dibandingkan dengan proses pengajuan pada awal Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) dibuka. Sehingga beliau berharap kerja dari para pendamping harus semakin semangat, tidak pernah lelah dalam proses pendampingan, ulet dan juga aktif. Meskipun kadang sistem mengalami down dan eror, tetapi hal tersebut sangat lumrah karena kadang terjadi maintenance dari internal BPJPH. 


Semoga melalui LSH PW ISNU Jawa Timur ini dapat membantu percepatan sertifikasi halal jalur self declare di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu pusat halal di dunia. 

 


Lembaga Solusi Halal PW ISNU Jawa Timur bersama dengan Disporapar dan Kemenag Kab. Sidoarjo mengadakan kegiatan Kick Off pendaftaran sertifikasi halal gratis serentak di 3000 desa wisata se-Indonesia (4/5). Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI tentang sertifikasi halal produk makanan dan minuman untuk usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Serta sesuai dengan arahan pemerintah khususnya BPJPH Kementrian Agama dalam menyukseskan Wajib Halal Oktober (WHO) 2024.


Berlokasi di Gedung Delta Graha Lt.3 Setda Kab. Sidoarjo, kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 pelaku UMKM Wisata dan Ekonomi Kreatif dari 18 kecamatan di Sidoarjo. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Perencanaan dan Pembangunan Setda Kab. Sidoarjo, Bapak M. Mahmud, S.Sos, M.H, serta dihadiri oleh Bapak Yudhi Iriyanto, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kab. Sidoarjo dan Ibu Vira Murti Krida Laksmi, S.STP, M.H, selaku Kepala Bidang Pariwisata yang memberikan beberapa sambutan sebelum proses pendampingan dimulai serta membersamai proses kegiatan kick off sampai akhir. Dari Kementrian Agama Kab. Sidoarjo turut hadir Bapak Farid Yusron, S.Sos., M.M selaku Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sidoarjo yang kemudian menjelaskan tentang urgensi dan tahap pengajuan sertifikasi halal. 


Sejumlah delapan Pendamping Proses Produk Halal dari LSH PW ISNU Jawa Timur berperan sebagai eksekutor pada pendaftaran sertifikasi halal secara on the spot di lokasi kegiatan. Ibu Vira menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini tidak hanya untuk memberikan legalitas halal kepada para pelaku usaha, tetapi juga mendorong destinasi wisata di Indonesia khususnya di Kab. Sidoarjo sebagai destinasi yang Moslem Friendly Tourism dan Indonesian Moslem Travel Index.


Para pelaku usaha desa wisata sangat antusias mendengarkan segala arahan dan informasi yang disampaikan, sehingga mereka lebih memahami apa urgensi dari sertifikasi halal yang akan diperoleh nanti. Terdapat lebih dari 30 jenis produk yang didaftarkan pada kegiatan tersebut, meliputi bakery, keripik dan kerupuk, permen dan olahan cokelat, puding, olahan buah, minuman ringan, minuman tradisional, kue basah, bahkan tepung, sambal dan penyedap organik. Dimana semua kategori tersebut sesuai dengan Kepkaban No. 22 Tahun 2023 yang mengatur jenis-jenis produk yang wajib bersertifikasi halal pada 17 Oktober 2024. 


Bapak Farid Yusron, perwakilan dari Kemenag Kab. Sidoarjo sangat mendukung kegiatan kick off sertifikasi halal gratis untuk desa wisata. Mengingat Kab. Sidoarjo memiliki banyak tempat wisata yang tersebar di 18 kecamatan. Beliau berharap semua masyarakat khususnya di desa wisata yang memiliki usaha di bidang makanan dan minuman dapat bekerja sama dan memberi respon baik kepada tiap pendamping halal yang nantinya akan bertugas. 


"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal percepatan sertifikasi halal desa wisata di Indonesia, khususnya di Kab. Sidoarjo", pungkasnya. 




Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) menghadirkan satu program baru untuk para kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan jalur beasiswa. 


Melalui NU Scholarship (NUS), diharapkan dapat membersamai seluruh kader muda NU dalam mempersiapkan segala syarat administrasi dalam mendaftar beasiswa studi ke luar negeri, baik jenjang magister (S2) ataupun doktoral (S3). Bpk. H. Ulil Abshar Abdalla, MA (Gus Ulil) selaku ketua PBNU bidang pendidikan menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah pionir yang diinisiasi oleh Lakpesdam PBNU dalam mengupayakan kebangkitan abad kedua NU dalam hal pengembangan sumber daya manusia khususnya kader muda NU yang dapat bersaing dan unggul. 


Hasanuddin Ali, Ketua Lakpesdam PBNU, juga menyampaikan bahwa program pendampingan ini memberi prioritas pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), meskipun tidak menutup kemungkinan sangat terbuka bagi kader muda NU yang memiliki bidang minat studi selain itu. 


Proses pendaftaran program NUS ini tidak singkat, diawali dengan serial webinar dari para pengurus NU yang sedang menempuh pendidikan tinggi dengan skema beasiswa, yang tersebar pada beberapa zona yakni Amerika-Eropa, Asia, dan Australia-New Zealand. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan seleksi wawancara. 


Program NUS ini akan memberikan beberapa keuntungan kepada penerimanya, diantaranya adalah mentoring pengajuan beasiswa, pemantapan bahasa inggris secara intensif, official test IELTS, dan coaching clinic dengan mentor yang profesional dan ahli pada bidangnya. Tentu dengan berbagai agenda dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para calon penerima beasiswa luar negeri. 


Hari Selasa, 07 November 2023, telah dilakukan technical meeting secara online kepada seluruh penerima beasiswa NUS kali ini. Dihadiri oleh Gus Ulil selaku ketua PBNU bidang pendidikan, Pak Hasanuddin Ali selaku ketua Lakpesdam PBNU, Gus Muhammad Syauqillah selaku direktur program NUS, serta seluruh tim dan panitia penyelenggara beasiswa NUS, memberikan pengarahan dan penjelasan secara detail terkait program beasiswa tersebut. Terdapat 20 penerima beasiswa NUS yang diperoleh dari hasil seleksi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Grand Opening dan peluncuran NU Scholarship pada hari Senin, 20 November 2023, di gedung PBNU lt.8 Jakarta Pusat yang dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Dr. KH. Yahya Cholil Staquf. 


Tentu ini merupakan program yang sangat berharga bagi kami, para kader muda NU. Kami sangat berharap melalui beasiswa NUS ini dapat meningkatkan kualitas diri dalam mempersiapkan kompetensi untuk memenuhi kriteria sebagai kandidat penerima beasiswa baik S2 atau S3 di luar negeri. Sehingga kader muda NU dapat menjadi generasi intelektual yang berkualitas dan menjadi sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan peradaban global di Indonesia bahkan dunia. 

Technical meeting (Zoom)


Peluncuran NU Scholarship


Sampai kapanpun aku tidak akan meyakinkan pada diri bahwa berjauhan adalah hal yang menyenangkan.

Tapi ternyata jarak adalah guru terbaikku beberapa tahun terakhir ini. 

Mempersiapkan diri untuk menjadi ibu, serta memilih dan memilah keputusan yang sejatinya tidak bisa disimpulkan dengan mudah. 

Terimakasih ruang dan waktu, yang memberiku banyak list to do di tahun ini, yang mungkin tidak semua bisa terealisasi dengan sempurna. Tapi setidaknya aku selalu bangkit, tumbuh, dan tangguh dengan penuh syukur untuk menghadapi semuanya. Tentu dg tangan dan rangkulan pasangan hidupku yang hanya raganya yang jauh tapi jiwa dan doanya selalu disampingku. 

Spasi kehidupan

by on November 12, 2023
Sampai kapanpun aku tidak akan meyakinkan pada diri bahwa berjauhan adalah hal yang menyenangkan. Tapi ternyata jarak adalah guru terbaikku ...



Mendeley menjadi alat untuk membantu dan memudahkan para peneliti dan penulis dalam melakukan sitasi dan penulisan referensi dalam artikel. Terlebih jika penulis membutuhkan gaya penulisan sitasi dan referensi tertentu di sebuah jurnal yang ingin dipublikasikan. Nah bagaimana jika gaya sitasi yang disediakan oleh Mendeley di halaman Microsoft Word tidak sesuai dengan ketentuan jurnal yang tersedia ?

Aplikasi Mendeley tentu sudah memberikan solusi untuk permasalahan tersebut, namun tidak semua penulis sudah memahami dan mengetahui bagaimana membentuk pola yang diinginkan. 


Website Mendeley memberikan kebebasan bagi penulis untuk mengubah gaya penulisan sitasi dan referensi sesuai dengan jurnal yang akan dituju. Melalui website tersebut penulis dapat mencari pola penulisan terdekat dan memiliki kemiripan terbesar dengan style yang diinginkan, kemudian dapat dilakukan pengeditan pola penulisan. 


Berikut link yang dapat di akses untuk mencari style sitasi Mendeley https://csl.mendeley.com/about/

Tahapan membuat Custom Style Mendeley Cite :

1. Penulis dapat mencari style berdasarkan nama dan contoh pola sitasi dan referensi, kemudian jika sudah ditemukan yang paling cocok dapat di klik style tersebut. 

2. Klik edit style

3. Jika sudah silahkan klik menu style di pojok kiri atas, pilih menu save as style

4. Kemudian copy link yang muncul, dan paste di halaman referensi pada Microsoft Word 

5. Cari menu Add Custom Style --> paste link --> update citation style

6. Klik menu Insert Bibliography pada halaman referensi di Microsoft Word

7. Cek dan atur gaya penulisan (jenis dan ukuran font, spasi, dll)

(26/9) Komisi Dakwah Pengembangan Organisasi dan Informasi, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sidoarjo berhasil menyelenggarakan kegiatan "Dakwah Sharing and Learning". Dengan mengusung tema Belajar Bersama menjadi Da'i Milenial yang Istiqomah, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan berlokasi di Aula Kantor MUI Kabupaten Sidoarjo. Sesuai dengan tema yang disebutkan maka kegiatan tersebut mengundang narasumber yang sudah aktif berdakwah dengan media digital, yakni Ust. H. M. Bukhori, LC., M.H.I yang merupakan Da'i muda milenial, pengasuh jam'iyah rutinan, serta pengajar dan youtuber dakwah, serta Ust. Kundaru Adi Sabara, M.Pd.I yang merupakan praktisi media, pengelola youtube SANTRI KITA, sekaligus direktur MEDIA KITA Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian-Sidoarjo. 


Jumlah peserta terbatas hanya berjumlah 90 orang yang merupakan utusan dan rekomendasi dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengurus MUI di kecamatan masing-masing. Sebagian besar peserta yang hadir merupakan ustadz/ah yang sudah memiliki rutinan atau jamaah pengajian baik di tingkat desa, kecamatan, bahkan lintas kabupaten. 


Acara dibuka dengan sambutan dari KH. Nurcholis Misbah selaku Ketua Komisi Dakwah MUI Sidoarjo sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian-Sidoarjo. Beliau menyampaikan bahwa dasar kegiatan pada pagi hari tersebut merupakan upaya dan ikhtiar para pendakwah agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang terus bergerak maju dan tentu menghiasi halaman-halaman sosial media dengan keindahan-keindahan dakwah khususnya oleh penda'i muda atau milenial. Abah Nur merupakan Kyai sepuh yang masih bersemangat mengabadikan kegiatan dakwah maupun kesehariannya melalui sosial media khususnya di kanal youtube dan tiktok, baik di akun pribadinya ataupun di akun resmi pondok pesantrennya. Pertama kali beliau membuktikan bahwa konten yang diunggah pada pukul 01.00 WIB (tengah malam) berhasil ditonton oleh lebih dari 50 viewer. Sangat disayangkan jika konten-konten yang terunggah dan menjadi FYP pada saat itu berisi tentang konten yang kurang memberi manfaat dan edukasi kepada penonton atau pengguna sosial media. Sehingga beliau sangat yakin bahwa penda'i zaman sekarang khususnya generasi milenial dapat memanfaatkan fasilitas sosial media sebagai salah satu sarana dakwah yang massive dan kreatif. 


Ketua umum MUI Sidoarjo, Dr. KH. Ahmad Muhammad juga turut hadir dan menyampaikan bahwa para peserta yang hadir harus mampu menjadi penda'i yang sesuai dengan zamannya. Sehingga hasil tindak lanjut dari pelatihan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan Komisi Dakwah MUI Sidoarjo. 


"Corona membawa berkah", yang pertama kali disampaikan oleh Narasumber I, Ust. Bukhori yang kemudian memiliki nama panggung Usbuk. Beliau mengawali dakwah secara digital sejal awal pandemi Covid-19. Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi pada saat pandemi memaksa kita untuk terus berkreasi agar tetap produktif dengan bidang masing-masing. Usbuk memiliki channel youtube yang berisi tentang dakwah rutinan dan juga bebrapa pembelajaran tentang Agama Islam. Selain menjadi pendakwah, beliau juga pengajar di salah satu sekolah tingkat SMA. Sehingga platform sosial media sangat membantu dalam menyampaikan materi dakwah serta pembelajarannya sejak pandemi hingga sekarang. Beliau menyampaikan bahwa kita harus pandai dalam memanfaatkan kondisi menjadi berkah. Dengan bekal HP android, tripod dan mic wareless yang beliau gulungkan di botol air mineral kecil, Usbuk berhasil mendokumentasikan lebih sari 1000 video di akun Usbuk Channel, baik melalui unggahan atau live streaming. Beliau tidak menyangka bahwa sudah berhasil mengunggah video dakwah dengan jumlah yang banyak sehingga dapat dijadikan portofolio digital untuk beberapa tahun kemudian. Menjadi pendakwah tidak akan rumit jika bisa dilakukan dengan properti sederhana yang kita punya. Tak jarang beliau juga menyelipkan satu atau dua video yang berisi tentang pengalaman berlibur, bertadabbur dan menikmati wisata keindahan alam yang beliau dan keluarga kunjungi. Sehingga tidak monoton isi dari video yang ditampilkan berupa ceramah dan materi pengajaran. Bahkan beliau langsung mempraktekkan cara live streaming pada saat menyampaikan materi di Aula MUI Sidoarjo tersebut. Di akhir sesi Usbuk menunjukkan hasil live streaming yang baru saja ia lakukan kepada semua peserta pelatihan. 


Materi yang disampaikan oleh Ust. Bukhori kemudian disempunakan oleh Ust. Kundaru, salah satu praktisi media yang selalu mendampingi Abah Nur (Ketua Komisi Dakwah MUI SIdoarjo) kemanapun beliau pergi. Ust. Kundaru menyampaikan bagaimana pengaruh dari jumlah subscribe, like serta komentar dihalaman youtube. Sebagai konten kreator pemula sebaiknya tidak harus terlalu memikirkan komisi dari penggunaan kanal sosial media, yang penting terus berkarya dan memiliki progres secara kontinyu. Beliau memberi tips bagaimana menjadikan konten yang dapat menarik perhatian pengguna sosial media khususnya para milenial, yang sebagian besar kegiatannya menggunakan smartphone. Terlebih lagi jika kita dapat berkontribusi memberikan edukasi yang bermanfaat yang kemudian menjadi jariyah kita dikemudian hari. 


Kegiatan pelatihan ditutup dengan pembuatan akun youtube oleh masing-masing peserta yang didampingi oleh kedua narasumber. Para peserta juga mendapatkan arahan serta ruang diskusi secara terbuka melalui WhatsApp grup untuk pengoperasian kanal youtube sampai tahap live streaming dan publikasi. Tentu Komisi Dakwah MUI dan kedua narasumber mengharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat secara kontinyu serta menumbuhkan semangat kepada pendakwah muda serta milenial untuk terus berkarya dan mendedikasikan diri untuk membagikan keilmuannya baik secara offline maupun online. 

Narasumber dan peserta pelatihan Dakwah Milenial