Tabel d3 Microstate


-1 1/2
-1/2
+1/2
+11/2
+5
-
2+ 2- 1-
2+  2- 1+
-
+4
-
2+ 2- 0-
2+ 2- 0+
-

2- 1- 1+
2+ 1+ 1-

+3
2- 1- 0-
2+ 1- 0-
2+ 1- 0+
2+ 1+ 0+

2- 1+ 0-
2­- 1+ 0+


2- 1- 0+
2+ 2- -1+


2- 2+ -1-
2+ 1+ 0-

+2
2- 1- -1-
2+ 1- -1-
2+ 2- -2+
2+ 1+ -1+

2- 1- -1+
2- 1+ -1+


2- 1+ -1-
2+ 1- -1+


2+ 2- -2-
2+ 1+ -1-


1+ 1- 0-
2+ 0- 0+


2- 0+ 0-
1-1+ 0+

+1
2- 1- -2-
2- 1- -2+
2- 1+ -2+
2+ 1+ -2+
2- 0- -1-
2- 1+ -2+
2+ 1- -2+
2+ 0+ -1+

2- 0- -1+
2+ 0- -1+


2- 0+ -1-
1+1- -1+


2+ 1- -2-
2-0+ -1+


2+ 0- -1-
2+ 1+ -2-


1+ 1- -1-
2+ 0+ -1-


1-0+ 0-
1+0+0-

0
2- 0- -2-
2+ 0- -2-
2+ 0+ -2-
2+ 0+ -2+
1- 0- -1-
2- 0+ -2-
2+ 0- -2+
1+ 0- -1+

1+ 1- -2-
2- 0+ -2+


2- 0- -2+
1+1- -2+


2- -1+ -1-
2+ -1+ -1-


1+ 0- -1-
1+ 0+ -1-


1-0+ -1-
1+ 0- -1+


1-0- -1-
1-0+ -1+

-1
1- 0- -2-
0+ 0- -1-
0+ 0- -1+
1+ 0+-2+
2--1--2-
2- -1- -2+
2- -1+ -2+
2+-1+-2+

2+ -1- -2-
2+ -1+ -2-


1- 0- -2+
2+ -1- -2+


1- -1+ -1-
1+ 0+ -2-


2- -1+ -2-
1- 0+ -2+


1- 0+ -2-
1+ 0- -2+


1+ 0- -2-
1+ -1+ -1-

-2
1- -1- -2-
1+ -1- -2-
1+ -1+ -2-
1+-1+-2+

1- -1- -2+
1+ -1- -2+


1- -1+ -2-
1- -1+ -2+


2- -2+ -2-
2+ -2+ -2-


0- -1+ -1-
0+ -1+ -1-


0+ 0- -2-
0+ 0- -2+

-3
0- -1- -2-
0+ -1- -2-
0+ -1+ -2-
0+-1+-2+

0- -1- -2+
0- -1+ -2+


0- -1+ -2-
0+ -1- -2+


1- -2+ -2-
1+ -2+ -2-

-4
-
0- -2+ -2-
0+ -2+ -2-
-

-1+ -1- -2-
-1+ -1- -2+

-5
-
-1- -2+ -2-
-1+ -2+ -2-
-

Term Symbol untuk Konfigurasi d3
ML/MS
-1 1/2
-1/2
+1/2
+11/2
+5

x
x

+4

x x
x x

+3
x
x x x x
x x x x
x
+2
x
x x x x x x
x x x x x x
x
+1
x x
x x x x x x x x
x x x x x x x x
x x
0
x x
x x x x x x x x
x x x x x x x x
x x
-1
x x
x x x x x x x x
x x x x x x x x
x x
-2
x
x x x x x x
x x x x x x
x
-3
x
x x x x
x x x x
x
-4

x x
x x

-5

x
x


Term Symbol :
4F, 4P, 2H, 2G, 2F, 2D, 2D, 2P
Ground State : 4F
Karena 4F memiliki nilai multiplisitas terbesar. Selain itu jika dibandingkan dengan nilai multiplisitas tertinggi lainnya (4P), 4F memiliki nilai L yang lebih besar.
Ground state diperoleh pada nilai multiplisitas dan nilai L yang terbesar. Sehingga Ground State pada konfigurasi d3 adalah 4F

(Pict source: www.doitpoms.ac.uk)


RIETICA
Data sampel : DAT atau XY
Data standar : INP yang dibuat sendiri dari rietica

1. Create INP dari file standar txt atau CIF
Langkahnya:
1. Buka rietika, clik File new Input, Isi parameter Phase dan atom sesuai dengan data standar, Save Inp
2. Klik model general, diatur number of cycle dan read data using formad
3. Klik Model Phase, isi parameter space grup dan parameter kristal dari data standar dan parameter atom. Klik kanan pada table pilih set all atom to full occupancies.
4. Klik model pilih Histogram. Isi data min-max, step (Increment 2 tetha), Wavelength sesuai data sampel
5. Model pilih sampel, tidak ada yang diganti
6. Rietveld pilih Refine. Isi data Inp dan data sampel
7. Klik dynamic ploting, Klik start lalu klik step
8. Didapatkan nilai Rwp dan Rp. Klik finish
9. Jika nilai Rwp dan Rp masih tinggi, rubah parameter phase. Klik model pilih phase, Pertama centang a. Kemudian di refine kembali. Selanjutnya centang phase scale, refine kembali.
10. Jika masih tinggi, klik model pilih histogram. Centang semua parameter background, refine kembali. Centang zero, refine kembali.
11. Jika masih tinggi, klik model pilih sampel, centang U, V, W (Satu-satu). Refine kembali.
12. Untuk melihat result. Klik information pilih view output.

FULLPROF
Data Sampel : dat, xy
Data standar : CIF, pcr

FILE STANDAR DAN SAMPEL HARUS DALAM FOLDER YANG SAMA DAN NAMA YANG SAMA. INGATT1
1. Open Fullprof, Klik icon ED PCR. Kemudian klik CIF to PCR. Pilih file CIF, pilih open, pilih type Xray. Klik Ok
2. Klik general, pilih refine (Atas sendiri). Title boleh dirubah. Oke
3. Insert data sampel dengan cara Klik patern, pilih data file/ peak shape. Pilih format data sampel. Misal data dat pilih D1A (old format), jika data sampel dalam bentuk xy pilih xy sigma. Klik refine/Simulation pilih X-ray. Klik Pattern Calculation/Peak Shape pilih peak shape menggunakan Pseudo-Voigt, Atur Range data min max dan step sesuai data sampel klik oke.
4. klik phase, Isi name of phase sesuai nama sampel, Calculation pilih Riedvield Method) , klik oke.
5. klik refinemen, isi cyecle of refinement.klik oke
6. Klik ikon rumput, Run full prof program
7. Jika nilai RWP masih tinggi, reload pcr yes, klik refinement pilih profile, centang scale ok, klik ikon rumput kembali untuk refinement
8. jika masih tinggi, klik refinement pilih profile, centang parameter a b c ok, klik ikon ikon rumput kembali untuk refinement
9. Jika masih tinggi, klik refinement, pilih profile, centang parameter U V W (Centang satu2), refinement kembali. Klik Parameter U V W (centang 2 parameter), refinement kembali.
10. Ketika profile sudah di edit, klik rifenement, pilih atom, pilih refine Position. Klik ok. refinement kembali
11. Jika masih tinggi, klik rifenement, pilih atom, pilih refine b_iso. Klik ok. refinement kembali
12. Jika masih tinggi, klik rifenement, pilih background, pilih refine all. Klik ok. refinement kembali.
13. Jika masih tinggi, klik rifenement, pilih instrumental, centang zeo. Klik ok. refinement kembali.
14. Sudah selesai. File out put ada pada folder sesuai data sampel dan standar.

WINPLOTER
File standart: tidak ada
Sampel: xy, dat

1. Insert data sampel melalui Open winploterà klik file pilih open pattern fileà pilih format data file
Untuk sampel datà pilih old D1
Untuk sampel xyà pilih xy dataà ok
*untuk data 2 kolom, pilih XY
*untuk data banyak kolom, pilih DAT
2. pilih sampelà open (keluar grafik)
3. pilih point selectionàautomatic peak searchàcentang display bragg peak positionà klik ok (keluar puncak grafik)
4. pilih point selectionà save as treor
5. isi titleàpilih spacing data type dengan 2 thetaà klik okàklik ok keluar edit klik yesà keluar data.inp
6. buka panduan treor09 dengan winedt
7. edit choice 3à 2 theta,
8. runàyesàselect your difragtometerà pilih conventional powder diffractometerà klik okà klik ok lagi dalam bentuk pcràklik ok (INGAT JANGAN KLIK BYE)
*Data yang didapat dalam bentuk .inp, .pcr. .cry .sum
9. chek hasil condens yang diminta dalam input apa.
Missal KS=0, buka file .inp, ditulis disebelah mono “KS=0,”. Kemudian di save as. Rename sesuai keinginan. Missal TES 1. (Ini masih dalam bentuk txt, kemudian dirubah ekstensi di total commander menjadi .inp)
 *kubus KS=0, tetragonal dan heksagonal THS=0, orthorhombic OS1=1, MONO=125, triklinik TRIC=1
10. Buka lagi winpoltr, klik eksternal application pilih run threor, buka file inp yang sudah diedit tadi (yang sudah ditambah KS=0) ok. Sehingga akan ngecreat file .inp, .pcr, .sum, .cry sesuai input TES 1. Cek lagi file condense. Misal diminta ngerun THS=0, sehingga file inp yang terakhir ditambah THS=0. Jadi File inp TES 2 berupa (Mono=125, KS=0, THS=0,). Save sebagai input TES 2. Buka lagi winpoltr, klik eksternal application pilih run threor, buka file inp TES 2 yang sudah diedit tadi.

DICVOL
1. Point selection, lalu save as dicvol, centang tested crystal crystal, 4 bentuk kristal pertama, pada bagian bawah klik Dicvol option, zero chif un centang.
Cek data file .ucp!

MAUD (Material Analysis Using Diffraction)
File sampel: .txt, .dat
File standart: .CIF

1. Buka file MAUD.bat
2. Klik File à Load Data File à Cari file sampel (.dat atau .txt) à Klik OK
3. Klik Phase à Klik Load Object from CIF (Gambar tabung)
4. Cari Pilih standar .CIF à Klik OK
5. Kemudian pilih File standard à Klik OK
6. Klik Compute Spectra (Gambar kalkulator)
7. Klik Analysis à Pilih Wizard à Pilih Quantitative Analysis à Klik Go! à Cek Rp/Rwp
8. Klik Analysis à Pilih Refine
(Jika ada dua fasa)
A. Klik Edit à Pilih Load à pilih standar 2 .CIF à Pilih standard à Klik Ok’
B. Klik Compute Spectra
C. Klik Analysis à Pilih Wizard à Pilih Quantitative Analysis à Klik Go! à Cek Rp/Rwp
D. Klik Analysis à Pilih Refine
9. Pilih folder standar yang ada di Kolom Analysis title à klik Cell Length à Ubah panjang cel sehingga Rp/Rwp mengecil
10. Klik Analysis à Pilih result à Klik Edit à Pilih Copy à Masukkan data keluaran di word

POWDER CELL
Sampel: X_Y
Standar: CIF
1    1. Open powder cellà newàkeluar struktur data isi space group sesuai dengan table number pada CIF. Isi a, b, c sesuai dengan cell leght a, b, c pada CIF, masukkan unsur, nomer atom dan x, y, z, dan b sesuai dengan CIF.
2    2. Klik oke
3  3. Pilih diffractionàklik load powder patternàmasukkan data sampel X_Y (contohnya 5 hari bb)àklik okà klik ja
4    4. Pilih menu refintmentàklik start ulangi refinement sampai Rp/Rwp kontan
5    5. Untuk melihat hasil result pilih refinementàpilih parameteràpilih result
6    6. Klik oke
7    7. Jangan lupa di save cel
8    8. Cara mengetahui komposisi? masukan standar struktur lagi??



Penerima beasiswa LPDP kelurahan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya telah berhasil dengan sukses melaksanakan program kerja awal setelah beberapa tahun terakhir sunyi menyuarakan kabar. Awardee LPDP ITS bekerjasama dengan BEM ITS menyelenggarakan Talkshow Beasiswa LPDP 2020 dengan mengusung tema "Reach your Dream, Reach your Future". 

Talkshow beasiswa LPDP berlangsung di gedung Research Center ITS (7/3) dan diikuti kurang lebih 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir D3, D4, S1 dan S2 kampus ITS Surabaya. Tidak hanya itu, acara talkshow turut mengundang lurah dan awardee penerima beasiswa LPDP dari kelurahan Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. 

Acara kali ini berhasil mendatangkan dua narasumber dengan segudang prestasi dan pengalaman yang luar biasa. Narasumber pertama ialah Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, S.Si., M.Si. Beliau adalah Direktur Pascasarjana ITS, Dosen Berprestasi Nasional dan juga penerima Award for Erasmus plus dan Staff Exchange at Cardiff Metropolitan University UK. Narasumber kedua ialah Ika Nurkasanah, S.Kom., M.Sc. Beliau adalah alumni awardee LPDP University of Nottingham dengan jurusan Information System and Operation Management. Acara talkshow dipandu oleh Akhmad Berryl Widyarta S.T., M.T selaku moderator, beliau ialah alumni awardee LPDP sekaligus menjabat sebagai lurah pada tahun 2018/2019 dari kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Acara diawali dengan pemaparan materi secara singkat oleh narasumber yang selanjutnya diteruskan sesi tanya jawab baik dari moderator maupun peserta. Antusias dan semangat peserta tidak terbayangkan sebelumnya, sangat pedjah dan luar biasa!. Hal tersebut dapat terlihat pada saat sesi tanya jawab. Para peserta sangat detail mengorek informasi dan pengalaman dari  masing-masing narasumber. 

Acara ditutup dengan arahan dan penyampaian motivasi singkat oleh Dr. Eng Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng selaku Kepala Subdirektorat Pendidikan Pascasarjana dan Profesi. Beliau berharap acara talkshow beasiswa kali ini dapat memberikan suntikan semangat kepada generasi penerus bangsa dalam melanjutkan studi di tingkat yang lebih tinggi. Selanjutnya pemberian cinderamata kepada narasumber serta foto bersama dengan seluruh peserta. Tidak hanya itu, seluruh awardee penerima beasiswa LPDP yang telah hadir juga berkesempatan memperkenalkan diri dihadapan peserta dengan tujuan agar memudahkan peserta jika ingin bertanya dan berdiskusi dalam mempersipkan pendaftaran beasiswa LPDP yang akan datang.





Bakti Kelurahan LPDP ITS

by on Maret 07, 2020
Penerima beasiswa LPDP kelurahan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya telah berhasil dengan sukses melaksanakan pr...


Kendaraan menjadi salah satu nyawa dalam kehidupan manusia. Hampir semua bidang dalam pekerjaan dan aktifitas manusia memerlukan bantuan kendaraan. Namun apakah kalian pernah berfikir bahwa apa yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut dapat menyebabkan kematian ?

Dalam salah satu perkuliahan kimia katalisis di kampus ITS Surabaya, Prof. Dr. rer. nat. Irmina Kris Murwani menyampaikan bahwa karburator dalam kendaraan itu juga berfungsi sebagai katalisis agar bahan bakar dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh kendaraan. Karburator berfungsi untuk menggabungkan udara didalamnya dengan bahan bakar yang digunakan pada kendaraan, sehingga menciptakan campuran yang mudah terbakar.

Bahan bakar yang digunakan pada kendaraan berupa hidrokarbon yang mengandung atom H (hidrogen) dan C (karbon). Sedangkan hidrokarbon dapat terbakar didalam kendaraan dengan suhu minimal 300 derajat celcius, bahkan jika usia kendaraan sudah sangat menua dapat mencapai suhu 600 derajat celcius untuk membakar hidrokarbon tersebut, bukan suhu yang rendah.

Hasil dari pembakaran hidrokarbon pada suhu tinggi dapat berupa gas emisi yang dibuang bebas di lingkungan. Salah satu gas emisi yang paling berbahaya dari hasil pembakaran dalam kendaraan bermotor ialah gas nitrogen oksida (NO). Gas NO akan mengalami oksidasi membentuk NOx yang bersifat sebagai racun. Jika manusia berhasil menghirup gas tersebut, maka akan terperangkap dan terikat didalam paru-paru dan menghasilkan asam nitrit (HNO2) dan asam nitrat (HNO3) yang dapat merusak jaringan mukosa. Dimana jaringan mukosa mempunyai fungsi menjaga saluran pernafasan agar tetap lembab.

Jika paru-paru menyerap gas NOx pada kadar 5ppm sampai 10ppm dalam rentang waktu 5-10 menit akan menimbulkan sesak nafas sampai berujung kepada kematian. Bukan waktu yang lama bagi paru-paru untuk mempertahankan fungsinya. Menurut penelitian Fardiaz (1992), 90% kematian yang terjadi akibat penyerapan gas NOx menyebabkan pembengkakan pada paru-paru (edema pulmonari) yang menjadikan manusia susah bernafas sehingga organ tubuhnya mengalami kekurangan oksigen dan menyebabkan kematian. Selain itu, penumpukan NOx dalam tubuh dapat menyebabkan karsinogenik yang memacu tumbuhnya penyakit kanker dalam tubuh. Sungguh tidak terbayangkan jika setiap hari waktu kalian habis untuk menempuh perjalanan dengan menemui bermacam-macam jenis asap dijalanan.

Manusia tidak dapat memilih untuk bernafas menghirup bagian gas yang baik dan buruk. Namun manusia dapat mengatur pola hidupnya agar selalu berada pada kondisi yang sehat dan bersih. Hindari posisi macet dalam perjalanan yang membuat kalian berada tepat di depan knalpot kendaraan yang mengeluarkan asap dengan jumlah yang melimpah dan berwarna pekat. Serta biasakan berolahraga pada pagi hari agar dapat melatih paru-paru dalam menukar oksigen yang bersih dan bebas dari polusi.