Disana, 
Rindang dedaunan dan bising perkotaan
Kadang membuat lupa dengan yang alam berikan 
Daun yang mulai lelah 
Ranting yang mulai payah 
Akar yang mulai menua
Seakan terasa bahwa angin telah bosan menyapa 
Jangan lupa, 
Bahwa mereka selalu nyata 
Bahwa hujan selalu setia 
Bahwa kemarau selalu tiba
Yang kita ingat hanya tertawa dan tamasya 
Menghilang dari kondisi yang sebenarnya
Kata ibu, jangan seperti itu
Jika kau lelah dan lengah
Kembalilah kerumah
Jangan kau malah hilang entah kemana
Kumpulkan sisa cerita yang bisa kau bawa ke kota
Agar pagimu tidak sepi 
Dan malammu tidak berhembus lirih

Surabaya, Oktober 2019

Kembali setelah Lupa

by on Oktober 13, 2019
Disana,  Rindang dedaunan dan bising perkotaan Kadang membuat lupa dengan yang alam berikan  Daun yang mulai lelah  Ranting yang ...
Joseph John Thomson; Penemu Elektron
Perkuliahan kali ini membahas mengenai elektron yang seolah-olah mempunyai akal. 

Bertempat di Departemen Kimia J116, Dr. Lukman Atmaja, Ph.D mengisi kuliah Spektroskopi Fasa Padat. Beliau menerangkan teori Uraian Mekanika Kuantum untuk Absorbsi Daerah Tampak. 

Salah satu isi slide perkuliahannya mengatakan: Kuat tidaknya suatu proses absorbsi ditentukan oleh probabilitas laju transisi dari keadaan dasar, i, menuju keadaan terkesitasi, f. Probabilitas tersebut setara dengan jumlah kuadrat dari unsur matriks H′fi(0) dimana H′ adalah operator gangguan yang menyebabkan transisi tersebut dapat berlangsung.

Begitu juga dengan serapan dari extended states pada semikonduktor. Elektron pada pita valensi dapat mengalami transisi ke pita konduksi jika mendapatkan energi yang cocok dan sesuai dengan besarnya energi celah pita (band gap) yang dimiliki. 

Dari kedua pernyataan tersebut dapat di pahami bahwa elektron akan mudah bergerak atau mengalami eksitasi jika ia mendapat gangguan dari luar dengan besaran energi tertentu yang dibutuhkan. Elektron seolah-olah seperti manusia yang mempunyai akal. Manusia mempunyai saraf sensorik dan motorik yang menghasilkan suatu rangsangan sehingga jika dikenai gangguan dari luar maka gerak reflek yang ada di tubuh dengan sendirinya akan bereaksi. 

Hal tersebut kemudian diterangkan oleh Dr. Lukman bahwa dalam Sains Modern, banyak fenomena yang tidak bisa dijelaskan oleh Rasionalisme, Empirisme, dan Pragmatisme. Misalnya adanya partikel anti-material, dualisme sinar, elektron yang nampak seperti mempunyai akal, dan yang lainnya. 

Oleh karena itu, sebagian Saintis Modern akhirnya mencoba mencari penjelasan lain, yang berarti ada realitas baru yang memerlukan supra-logical order, yang memerlukan penjelasan dengan metode lain selain Scientific Method. Harapannya agar pemahaman yang diperoleh dapat sampai ke realitas yang sesungguhnya. 




Jamiyyah Da’wah Wal Faan Al-Islami (JDFI) adalah Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri yang berada di bawah naungan Ma’had Sunan Ampel Al-Aly Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Jamiyyah tersebut merupakan organisasi yang berorientasi pada aspirasi, minat, bakat, dan kreativitas para Musyrif/Musyrifah dan Mahasantri UIN Maliki Malang.

Salah satu divisi kesenian dari JDFI adalah Divisi Sholawat Kontemporer. Divisi tersebut mewadahi kreativitas bermusik para mahasantri. Sholawat Kontemporer memadukan antara alat musik tradisional dan modern. Salah satu alat musik khas yang kami gunakan adalah peking, sebuah alat musik tradisional berupa gamelan jenis saron yang berasal dari Yogyakarta. Peking merupakan unsur wajib yang harus ada dan menjadi dasar acuan utama dalam menjadikan suatu aransemen musik yang akan dimainkan.  


Lambang Divisi Sholawat Kontemporer di tulis langsung oleh Emha Ainun Nadjib atau biasa di sebut Cak Nun. Yang selanjutnya kami menyebut grup Sholawat Kontemporer ini dengan sebutan Maika (Maiyah Kampus). Konsep segitiga menggambarkan bahwa seluruh aspek yang ada dibungkus dengan pertalian cinta segitiga antara Allah, Nabi Muhammad, dan Maiyah (kita). Konsep inilah yang menjadi dasar bahwa maiyah yang dikenalkan oleh Cak Nun dan Kyai Kanjeng dapat berjalan dan berkembang  selama berpuluh-puluh tahun. Tidak lupa beliau juga mengatakan bahwa apa yang kita lakukan adalah siratun nubuwah yang berarti jalan kenabian. Oleh karena itu, menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW terus di tanamkan oleh Cak Nun kepada kami.

Sesekali kami diundang untuk bersilaturrahmi dan sinau bareng bersama maiyah se-Malang Raya. Salah satu acara rutinan yang kami hadiri adalah kajian Sirah Nabawiyah yang diisi oleh Cak Fuad (Saudara kandung Cak Nun) dan diskusi dengan tema “Belantara Kata tanpa Makna”. Acara tersebut berlangsung di Gedung KNPI, Jl. Kawi 24-C Malang pada 06 November 2018. Selain itu kami juga berkesempatan bersenandung bersama saudara-saudara Maiyah lainnya.

Maiyah Kampus mempunyai penampilan rutin secara akbar di setiap tahunnya. Yakni pada acara Malam Puncak (Muwadda’ah) Ma’had Sunan Ampel Al-Aly dan juga Pagelaran Maiyah di UIN Maliki Malang. Namun diluar dua kegiatan tersebut, kami juga sering memperoleh undangan tampil pada beberapa acara seperti resepsi pernikahan, pengajian umum, atau peringatan hari besar islam di beberapa desa bahkan sampai ke luar kota.

Beberapa lagu yang menjadi ciri khas kami adalah Bang-bang Wetan, Rojo Brono, Victory (An-Nabi), Cublak Suweng, Lir-ilir, Ya Thoiba, Ya Sayyidi, Tombo Ati dan yang lainnya. Sesekali diiringi oleh suara sinden yang menjadikan nuansa musik semakin mendayung-ndayung. Tentunya semua lagu tersebut di cover khusus oleh kami, Maiyah Kampus UIN Maliki Malang.


Tidak hanya itu, beberapa ajang kompetisi juga kami ikuti guna mengasah kemampuan bermusik yang sudah kami tekuni. Salah satunya adalah Festival Ramadhan Jawa Timur.

Bagi kami, bersholawat bukan sekedar menyalurkan bakat ataupun hobi. Tetapi bersholawat juga dapat memberikan ketenangan lahir dan batin dalam menjalani cerita kehidupan yang sudah di berikan. Salah satu semboyan yang selalu kami pegang adalah Ambekan karo sholawatan. Yang berarti disetiap kami bernafas, harus selalu diiringi dengan lantunan-lantunan sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua senantiasa diberikan syafaat hingga yaumil qiyamah. Amin..


Dengan Islam Aku Hidup, Dengan Seni Aku Bernafas


Suatu malam, sedikit sunyi
Rindang dalam angan
Sayup dalam harapan
Memupuk agar tetap seimbang
Merawat agar tetap dapat dikenang
Kita tidak akan pernah bisa tau
Bagian kisah mana yang akan dituju
Bahkan bagian kisah mana yang akan berakhir pilu
Tapi kita bisa bercerita tentang sendu

Kita pernah melewati hal yang sama
Saling bercerita dan melepas lelah
Saling berharap bahwa masa depan mereka akan indah
Dengan tiap dekapan yang nyata
Bahwa buah hati akan baik-baik saja
Selalu ikhlas dalam tawa

Tapi sekali lagi,
Kita tidak bisa menerka
Di titik mana garis hidup dan gemuruh nafas akan berhenti

Semua harapan yang kemarin kita ceritakan
Kita doakan agar terwujud perlahan
Meskipun nantinya kita tidak akan menyaksikan

Yang terpenting,
Semoga sedikit kehangatan yang tertanam
Dapat memeluk cahaya harapan
Agar dapat bersinar secara tenang
Sampai waktu yang ditentukan

*Remake2015, Paiton Probolinggo
Linda Dewi Purwanti, Alfaatiha 😔
Rangkaian Alat Sonikasi 
Metode sonikasi adalah proses kimia dengan menggunakan teknologi sonik atau suara pada frekuensi sangat tinggi (diatas 16 kHZ) yang disebut ultrasonik. Metode sonikasi mempunyai prinsip memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi sangat tinggi yang diiradiasikan ke dalam larutan dan terjadi tumbukan antar partikel penyusun larutan yang bertekanan tinggi. Proses adanya tumbukan pada partikel tersebut menyebabkan suhu yang sangat tinggi bisa mencapai 5000 K dengan laju pendinginan 1011 K/s dan juga terjadi fenomena kavitasi didalam medium tersebut. 


Gambar diatas mengilustrasikan pengecilan ukuran partikel akibat fenomena kavitasi. Fenomena kavitasi memanfaatkan gelombang ultasonik dengan frekuensi tinggi yang terpancar ke dalam larutan sehingga menyebabkan terjadinya pembentukan, pertumbuhan, dan pecahnya gelembung kecil yang bersisikan gas didalamnya. Apabila gelembung tumbuh sampai ukuran yang dihasilkan tidak stabil kemudian pecah yang diakibatkan oleh tekanan dan suhu yang tinggi maka akan menghasilkan energi kinetik yang besar yang selanjutnya berubah menjadi energi panas. Dari kejadian tersebut dapat menyebabkan terpecahnya partikel menjadi ukuran yang lebih kecil (nanopartikel). 

Fenomena kavitasi dalam metode sonikasi ini sangat menguntungkan khususnya bagi bidang sains dan kesehatan. Beberapa diantaranya adalah proses sintesis material semikonduktor, pemecahan protein pada DNA, ekstraksi beberapa senyawa dari tanaman atau mikroalga, dan juga pemurnian air limbah. Kavitasi dapat mempengaruhi beberapa hal, diantaranya adalah:
  1. Mengurangi waktu reaksi (Alavi, 2011)
  2. Mengurangi suhu dan tekanan pada saat bereaksi (Kalandragh, dkk., 2009)
  3. Memecah agregat kristal yang berukuran besar menjadi kecil berskala nano (Lestari, 2012)
  4. Pendistribusian ukuran partikel yang seragam
  5. Menghasilkan luas permukaan yang tinggi
  6. Meningkatkan kemurnian fasa (Widiyana, 2011 dan Suslick, 2010)

Pada proses sintesis material semikonduktor, fenomena kavitasi dalam metode sonikasi menjadi salah satu penentu keberhasilan sintesis tersebut. Karena jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional seperti metode padatan, kopresipitasi, maupun hidrotermal hasil sintesis yang dihasilkan masih terdapat aglomerasi partikel dalam skala besar dan agregat dengan ukuran yang tidak beraturan.


Alavi, A. M., Morsali, A. 2011. Sonochemically Assisted Synthesis of ZnO Nanoparticles : A Novel Direct Method. Journal Chemistry Engineering, 30(3): 75–81.
Lestari, M. W., Hadi, S., dan Wahyuni, S. 2013. Sintesis dan Karakterisasi Nanokatalis CuO/TiO2 yang Diaplikasikan pada Proses Degradasi Limbah Fenol.  Indonesian Journal of Chemical Science, 2(2): 154-159.
Suslick,  K.S. dan  Price,  G.J. 1999. Application of Ultrasound to Material Chemistry. Annual Review of Materials Science, 29: 295–326.
Widiyana, Kasih. 2011. Penumbuhan Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) yang disintesis dengan Metode Sonokimia dan Pemanfaatannya Sebagai Tinta Pengaman. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negri Semarang.


Pagi ini di aula Gedung Robotika, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana mengadakan studium general untuk Mahasiswa Baru Pascasarjana ITS 2019. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Bapak Dr. Sonny Harry B. Harmadi, S.E, M.E. Beliau merupakan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Beberapa hari yang lalu Bapak Sonny melakukan diskusi dengan Kompas mengenai Sumber Daya Manusia yang unggul menjadi syarat Indonesia yang maju. Beliau mengatakan bahwa SDM yang unggul tidak hanya tinggi pendidikannya, tidak hanya sehat jasmani dan rohaninya, akan tetapi juga mereka yang berhati Indonesia. Yang mempunyai makna bahwa SDM yang unggul itu juga harus ikut memikirkan masa depan Bangsa Indonesia dari sudut manapun.

Pada saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 266.911juta ribu jiwa per 31 Juli 2019 (Sumber: Proyeksi Penduduk hasil SUPAS 2015-2045). Pada saat Indonesia merdeka tahun 1945 jumlah penduduknya tidak sampai 60 juta jiwa. Artinya 74 tahun Negara kita merdeka, penduduk Indonesia bertambah lebih dari 200 juta ribu per tahun. Tentu dengan jumlah bertambahnya penduduk yang sangat pesat mempunyai tantangan yang sangat besar. Melalui liputan6.com, Bambang Brodjonegoro selaku Mentri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mengatakan bahwa saat ini Indonesia masuk dalam Bonus Demografi yang artinya Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi negara maju. Potensi tersebut sangat didukung dengan adanya jumlah tenaga kerja usia muda dan produktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil. Harapannya kita dapat mengalami loncatan kemajuan Bangsa.

Dikatakan bahwa 266.911 juta ribu jiwa di Indonesia, sebanyak 136 juta jiwa merupakan jumlah penduduk dengan usia produktif yang masuk dalam angkatan kerja. Namun sejumlah 40,51% (52,40 juta orang) tenaga kerja di Indonesia hanya lulusan Sekolah Dasar kebawah. Artinya hampir setengah dari jumlah penduduk Indonesia sulit mendapat tenaga kerja dengan kualifikasi ketrampilan dan keahlian yang cukup ditengah Revolusi Industri 4.0. Dimana digitalisasi sudah aktif dan tenaga kerja manusia sudah digantikan oleh berbagai alat. Tidak hanya itu, sekitar 3,7 juta per tahun penduduk Indonesia mampu menyelesaikan jenjang SLTA. Dari jumlah tersebut didapatkan 1,6 juta sedikit lebih banyak lulusan SMK jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Diketahui per Bulan Februari 2019, tingkat pengangguran terbuka tertinggi sebesar 8,36% adalah lulusan SMK. Jika lulusan SMK kita besar, namun probabilitas kerja menurun maka akan terjadi penumpukan-penumpukan pengangguran dengan keterampilan SMK di Indonesia.

Melihat beberapa kasus tersebut, seharusnya tugas dari Mahasiswa Pascasarjana bukan hanya berfikir kritis, tapi harus berfikir secara analitis. Bukan hanya menemukan data bahwa pengangguran terbesar di dominasi oleh lulusan SMK, namun dapat menemukan dimana letak kesalahan yang dapat menyebabkan lulusan SMK di Indonesia mempunyai probabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih rendah.

Bapak Sonny juga mengatakan bahwa di Indonesia memiliki perkembangan lebih cepat dari pada kemampuan SDM nya dalam mempelajari dan mengelola perkembangan tersebut. Hal itu di contohkan pada proses pembelajaran pada jenis alat elektronik berupa televisi di dunia kejuruan. Pelajar pada sekolah SMK di beberapa daerah masih mempelajari komponen dan keilmuan dalam jenis televisi tabung, namun dunia nyata sudah memperbarui jenis dan kualitas tv yang lebih update berupa layar LCD, LED bahkan sampai Plasma.

Ketidak seimbangan kemampuan SDM dalam mengejar perubahan di Indonesia yang sangat cepat ini seharusnya dapat teratasi. Maka arah kebijakan pendidikan kedepan harus mampu menciptakan lulusan-lulusan yang mampu kerja aktif dan inovatif dalam perubahan yang terjadi di Indonesia. Kita juga tidak boleh melupakan konsep pembangunan SDM yang mempunyai tujuan membangun Indonesia menjadi tidak lagi langka dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, pangan dan juga bidang yang lain. Karena membangun daya saing masa depan Indonesia harus bersamaan dengan pembangunan SDM di dalamnya.

"Sebenarnya, era society 5.0 di Indonesia ini masih agak jauh. Walaupun baru beberapa negara yang mengalaminya, namun perubahan itu sangatlah cepat. Kita sebagai generasi masa depan harus mempersiakan dari sekarang". Kata Bapak Sonny kepada kami, Mahasiswa Baru Pascasarjana ITS. Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 yang memberikan perubahan secara cepat dan signifikan di Indonesia tentunya akan memberikan dampak kepada pola hidup dan pola pikir manusia. Jika di era Revolusi Industri 4.0 semua serba digital, maka di era society 5.0 ini mengalami perubahan pola hidup manusia dalam kehidupan sosialnya. Dunia akan terkoneksi secara cepat dan kita akan semakin mudah dalam menggenggam berbagai informasi dari Negara manapun. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah tantangan baru untuk Indonesia.

Dalam menyambut tantangan tersebut serta mempersiapkan perubahan yang terjadi secara cepat di Negara ini, Mahasiswa Pascasarana harus dapat berfikir secara analitis, dapat memecahkan masalah manajerial/struktural untuk jangka waktu yang panjang, dan membuat keputusan dengan pertimbangan outcome bukan output. Jika dulu pada saat Sarjana dapat menyerap ilmu di lingkungan kerja, maka Pascasarjana harus dapat memberikan ilmu dilingkungan kerja. Yang paling terpenting, Mahasiswa Pascasarjana harus menghasilkan karya yang solutif bagi permasalahan di Indonesia serta ikut andil dalam mempersiapkan dan menyambut perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat di Indonesia.

Pict Source : Compasiana.com 

"Rupanya liburan semester ini akan aku habiskan untuk bertemu dengan rekan-rekan ku di Jakarta aja deh, dari pada dirumah harus kena omel setiap aku main hp depan TV. Padahal aku lagi rapat online loh, kak". Begitu kiranya Andin berbicara di siang hari dengan saudara lelakinya, Dino. 

"Loh, kamu kan harus bantu jaga tokonya Ibu, Ndin?" sambil mengangkat salah satu karung yang berisi gula lima kilogram ke dalam toko. Rupanya si Andin mendapat satu jabatan baru dikampusnya. Ia sudah jarang melihat-lihat isi toko dan menanyakan stok yang tersisa kepada ibu atau saudaranya. Ia lebih sering pulang malam karena ada rapat dengan teman organisasinya dan akhir-akhir ini ia lebih cepat menggerakkan jemarinya dalam membalas pesan daring lewat hape bututnya itu. 

Kebetulan Andin adalah mahasiswa semester dua kampus ternama di kota Surabaya. Sebelum masa libur panjangnya tiba, ia mendapatkan undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampusnya untuk mengikuti diklat tahunan di kota dingin kaki Gunung Welirang, Mojokerto. Diklat tersebut hanya dihadiri oleh mahasiswa pilihan yang sudah direkomendasikan oleh tiap fakultas dari beberapa kampus besar se-Jawa, Bali dan NTB. Andin pun tak berfikir panjang untuk meng-iyakan isi dari undangan tersebut. Setelah menerima daftar nama yang akan hadir, ia rupanya tidak mengenal siapa pun kecuali tiga nama yang sudah tak asing dengannya. Ternyata mereka adalah teman Andin yang berasal dari Surabaya. Andin mengenalnya pada saat mengikuti acara seminar di kota pahlawan yang kebetulan satu meja dengan Icyan, Roni dan Lisa. Meskipun hanya sedikit yang Andin kenal, hal tersebut tidak menjadikan ia khawatir. Karena Andin tipikal mahasiswa yang mudah dalam beradaptasi dimanapun ia tinggal. Ia selalu merasa tertantang jika harus berkenalan dengan banyak orang di tempat barunya. Karena dia yakin bahwa pasti ada pelajaran yang berharga jika kita dapat memaknai suatu pertemuan dengan hati yang riang. 

***
Mulailah Andin berangkat ke lokasi dengan menaiki kereta dari Kota Surabaya. Kali ini ia berangkat sendiri karena teman yang lain sudah berada dilokasi sejak kemarin pagi. Di hari pertama, Andin merasa sedikit canggung namun ia merasa senang. Andin berdialog dan saling sapa dengan teman-teman barunya. Karena mereka dari ruang lingkup keilmuan yang berbeda-beda. Kehangatan di hari pertama sangatlah terasa. Sampai kami tak sadar jika sudah waktunya mendengarkan beberapa materi tentang kemandirian dalam bersikap dari salah satu dosen dari kampus UIN Jakarta. 

Kegiatan kami berjalan selama lima hari empat malam. Bisa dibayangkan betapa melekatnya kisah kami kelak ketika acara sudah berakhir. Karena dalam waktu hampir satu minggu kami di hadapkan dengan beberapa tugas dan materi yang harus kami selesaikan dan kami simpan rapat-rapat dalam memori yang tidak terlalu luas ini ehe. Diklat berisikan materi dari tokoh-tokoh penting di Jawa Timur. Beberapa materi berisi tentang menyiapkan generasi muda di masa depan menuju Indonesia gemilang. Singkat cerita, karena terlalu banyak rangkaian acara dan banyaknya teman yang harus kami sapa, Andin sampai lupa untuk menanyakan kabar ke-tiga teman yang ia kenal lebih dulu. Yah, mereka adalah teman-teman Andin yang berasal dari Surabaya.  

Di hari terakhir Andin melakukan farewell party yang sudah sangat lumrah dilakukan jika akan berpisah. Sikap Andin masih seperti biasanya, ia selalu jadi tempat bullying oleh beberapa kawannya. Karena kebetulan Andin adalah salah satu mahasiswa yang mendapatkan kategori terheboh dalam kelima hari rangkaian acara tersebut. Bahkan ia telah melupakan segala beban pikirannya pada saat acara berlangsung. Hanya karena ia ingin memberikan rasa bahagia tanpa terganggu oleh apapun di saat-saat terakhir mereka bertemu. Karena setelah ini mereka akan menjalani libur semester genap yang jaraknya cukup panjang. Ketika masuk kuliah pun mereka sudah harus menuju fakultas masing-masing dan bisa bertemu jika hanya ada acara tahunan yang diadakan oleh BEM di salah satu kampus mereka. 

Tidak berselang lama, karena sudah mendekati waktu untuk berpamitan, Andin merasa kurang puas jika belum bertemu ketiga temannya itu. Andin sempat merasa kehilangan, namun ia tetap mencoba untuk tidak memikirkan hal itu dalam-dalam. Akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya. Sepuluh menit pertama ia sudah berhasil menemukan dua temannya, Roni dan Lisa. Namun belum lega karena masih ada satu temannya lagi yang belum ia temui yaitu Icyan. Ketika Andin merasa lelah dan memutuskan untuk tidak memaksakan bertemu, si Icyan dengan gaya yang khas berada di ujung pintu yang akan Andin lewati. Spontan Andin berlari dan menemuinya.

"Hey, kamu lupa sama aku? kemana aja seminggu ini wkwkw yok minta maaf kan bentar lagi uda kelar acaranya" kata Andin dengan gaya lincahnya. 

"Ho iya kamu, aku di sini aja kali. Ya sama-sama. Sudah ambil coffee break, Ndin?" Jawab Icyan dengan gaya dinginnya. Begitu selesai saling bertegur sapa, Andin dan Icyan berpisah untuk kembali ke tempat masing-masing. Yah namanya teman, sekedar sapa gitu aja uda cukup heheh

***
Waktu menuju sore hari, dan penutupan acara telah usai. Kami, seluruh peserta sudah saling bersiap untuk kembali ke masing-masing kota asalnya. Lagi-lagi Andin harus berangkat pulang sendirian karena setelah penutupan diklat tersebut seluruh Mahasiswa akan menjalani masa libur semester genap. Hal tersebut yang membuat Andin memesan tiket pulang ke Surabaya. Tentunya dengan membawa kisah yang tak dapat ia lupakan. Beberapa kenangan membuat Andin sempat merenung sejenak di kereta. Mungkin Andin merasa bersyukur telah di berikan kesempatan mengikuti diklat yang tidak biasa dan di rekomendasikan langsung oleh fakultas tempat Andin menimba ilmu untuk sisa waktu tiga tahun kedepan. Dipikir-pikir, tidak ada yang se melow Andin pada saat berpisah. Yang masih mengganjal di benak Andin sebenarnya ia masih menyimpan rasa penasaran kepada Icyan, salah satu temannya yang pertama ia temui di kota pahlawan dulu. Tapi tidak terlalu larut Andin memikirkan, sesekali ia memaksa memejamkan mata karena perjalanan masih tiga jam setengah lagi sampai kota tujuan. 

Setelah sampai di Kota Surabaya, sesekali Andin mengecek hape bututnya. Bukan untuk melihat berapa persen batre nya, tapi untuk memastikan apakah ada pesan masuk baru yang belum terbaca olehnya. Karena ia sempat kehabisan batre pada saat perjalanan. 

Ping, Hape Andin berbunyi tepat dua menit setelah ia tancapkan di tempat charge.

"Ndin, sudah sampai Surabaya?" pesan yang pertama masuk di hape Andin. Ia hanya membaca dari kejauhan, tapi ia sudah tahu kalau itu pesan dari salah satu temannya yang susah ia temukan pada saat acara diklat. Yah pesan dari Icyan. Pinginnya tidak dibuka langsung, apalagi dibalas dengan cepat. Tapi kenapa tangan Andin memaksa untuk sesegera mungkin mengambil hape nya dan langsung mengetik balasan. Entahlah, terlalu rumit jika hal sesederhana itu difikirkan hehe  

Sehari dua hari ada pesan baru lagi dari Icyan untuk Andin via aplikasi daring yang hanya Andin punya. Hanya percakapan sepele, tapi terasa hangat. Entah kenapa, percakapan ringan mereka masih berlangsung sampai liburan kampus berjalan hampir tiga minggu. Tidak ada pesan khusus yang mereka bicarakan. Mereka hanya membahas hal-hal sepele yang mungkin tidak asing bagi teman biasa. 

Sesekali Andin yang memulai percakapan singkat di pagi hari. Namun juga tidak jarang bagi Icyan untuk mulai menyapa dengan gaya khasnya. Icyan merupakan mahasiswa yang aktif dengan susunan kalimat di setiap harinya. Ia sangat senang mempelajari tentang hal-hal yang menunjukkan bahwa Indonesia ini berwarna-warni dengan budaya dan peninggalan-peninggalanya, termasuk lembaran-lembaran yang menurutnya sangat unik untuk dipelajari. Sedangkan Andin adalah mahasiswa penuh dengan teori darwin dan mineral-mineral dalam bumi. Kadang ada beberapa hal yang membuat mereka tertarik untuk berdiskusi ringan karena perbedaan keilmuan yang mereka tekuni. Hal tersebut juga baru diketahui Andin setelah dua minggu mereka berinteraksi via daring. Syukurlah pertemanan kali ini sedikit banyak memberikan dampak positif kepada Andin, ia yang selalu penasaran dan semakin ingin tahu akan ilmu yang ditekuni temannya, Icyan. 

Sampai pada suatu malam, Andin gelisah. Tidak hanya sekali dua kali ia melihat hape bututnya. Tidak ada satupun pesan yang masuk. Entah pesan dari siapa yang Andin tunggu. Tidak biasanya Andin seperti itu. Setelah ia letakkan hapennya diatas meja sampai pukul 21.00 WIB, ada pesan dari Icyan teman dunia mayanya. Hanya sapaan singkat, tapi lagi-lagi Andin merasa buru-buru untuk membuka dan membalasnya. Setelah membalasnya Andin merasa bingung namun sedikit tenang dari sebelumnya.  

Apa mungkin pesan tersebut yang ditunggu Andin sejak pagi tadi ? Sehingga membuat Andin untuk melihat ponselnya berulang kali. 

Pesan yang hanya berisikan sapaan ringan namun dapat merubah suasana malamnya seakan-akan cepat berubah menjadi pagi. Mungkin dengan pagi ia dapat merasakan hangatnya sinar mentari yang memeluk harapan-harapan masa depan Andin dengan indah. Sebenarnya ada apa dengan Andin, kenapa dengan adanya pesan masuk dari Icyan, dirinya menjadi bersemangat dalam menyambut pagi hari ?

Andin

by on Agustus 16, 2019
Pict Source : Compasiana.com  " Rupanya liburan semester ini akan aku habiskan untuk bertemu dengan rekan-rekan ku di Jakarta aja...