Tampilkan postingan dengan label Chemistry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chemistry. Tampilkan semua postingan

Dalam dunia Kimia Material, khususnya bidang katalis, Layer Double Hydroxide (LDH) menjadi salah satu jenis material yang sangat menarik perhatian. LDH merupakan material anorganik berlapis dengan struktur yang khas dan karakteristik yang unik seperti jarak antarlayer, jenis, dan rasio logam yang dapat disesuaikan (Rohmatullaili et al., 2024). 


Secara umum LDH tersusun atas kation logam divalen (M2+) dan trivalen (M3+) yang terdistribusi merata dalam lapisan hidroksida, dengan rumus [M²⁺(1-x) M3+x(OH)2]x+(A-)x/m·nH2O, dimana A- merupakan anion yang terinterkalasi diantara lapisan (Bansal et al., 2025). 


LDH membentuk struktur yang menyerupai lapisan tipis 2 dimensi yang menyediakan situs aktif terbuka yang terdistribusi secara merata, sehingga memungkinkan efek memori struktural dan anion yang dapat dipertukarkan antar lapisan. Hal tersebut membuat kinerja katalitik LDH menjadi sangat baik. Tentu ini menjadi hal yang disukai oleh para peneliti.

Yuk mari kita pahami LDH secara gamblang dengan pemahaman sangat sederhana:

Bayangkan saja, LDH itu seperti sandwich yang sangat tipis, lapisannya terbuat dari logam seperti Magnesium (Mg) dan Aluminium (Al). Kemudian di antara roti-roti itu, ada isi berupa air dan partikel yang bermuatan negatif/anion.


Nah, yang membuat "sandwich kimia" ini menarik adalah:

1. Lapisan roti itu bisa dibuka-tutup, seperti puzzle, sehingga dapat dimasukkan bahan lain diantaranya (seperti ekstrak bahan organik, seperti bunga dll)

2. Kita dapat mengatur isiannya sesuai kebutuhan, dapat diganti, ditambah, atau dikurangi

3. Karena bentuknya tipis dan terbuka, zat-zat lain dapat dengan mudah menempel di permukaan sandwich ini, itulah sebabnya LDH dapat bekerja dengan baik sebagai katalis (zat yang membantu reaksi kimia)

Namun, ternyata LDH murni memiliki kelemahan. Ia dapat dengan mudah menempel satu sama lain, jadi menggumpal atau membentuk agregat. Selain itu LDH sulit dipisahkan kembali dari media air setelah digunakan. 

Untuk mengatasi hal itu, para peneliti memodifikasi LDH, contohnya mengisi isian antar lapisan dengan bahan lain (disebut interkalasi), atau membuat campuran LDH dengan bahan lain (komposit) (Ahmad et al., 2023). 

Modifikasi ini membuat LDH menjadi lebih kuat, dapat digunakan berulang kali, dan mendukung kinerja katalis lebih baik. Berikut merupakan ilustrasi sederhana LDH: 

Referensi

M. Bansal, B. Pal, Synergy of adsorption and visible light-induced photocatalytic degradation of doxycycline by cellulose modified Cu[sbnd]Al layered double hydroxide binary composite, Int J Biol Macromol 285 (2025). https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2024.138329


R. Rohmatullaili, N. Ahmad, D. Erviana, Z. Zultriana, D. Savira, R. Mohadi, et al., Enhancing the performance of modified ZnAl LDH as hybrid catalyst-adsorbent on tetracycline removal under solar light irradiation, Inorg. Chem. Commun. (2024). 112101, https://doi.org/10.1016/j.inoche.2024.112101. 


N. Ahmad, F. Suryani Arsyad, I. Royani, P. Mega Syah Bahar Nur Siregar, T. Taher, A. Lesbani, High regeneration of ZnAl/NiAl-Magnetite humic acid for adsorption of Congo red from aqueous solution, Inorg. Chem. Commun. 150 (2023) 110517, https://doi.org/10.1016/j.inoche.2023.110517. 


#LDHbased-catalyst






Mendeley menjadi alat untuk membantu dan memudahkan para peneliti dan penulis dalam melakukan sitasi dan penulisan referensi dalam artikel. Terlebih jika penulis membutuhkan gaya penulisan sitasi dan referensi tertentu di sebuah jurnal yang ingin dipublikasikan. Nah bagaimana jika gaya sitasi yang disediakan oleh Mendeley di halaman Microsoft Word tidak sesuai dengan ketentuan jurnal yang tersedia ?

Aplikasi Mendeley tentu sudah memberikan solusi untuk permasalahan tersebut, namun tidak semua penulis sudah memahami dan mengetahui bagaimana membentuk pola yang diinginkan. 


Website Mendeley memberikan kebebasan bagi penulis untuk mengubah gaya penulisan sitasi dan referensi sesuai dengan jurnal yang akan dituju. Melalui website tersebut penulis dapat mencari pola penulisan terdekat dan memiliki kemiripan terbesar dengan style yang diinginkan, kemudian dapat dilakukan pengeditan pola penulisan. 


Berikut link yang dapat di akses untuk mencari style sitasi Mendeley https://csl.mendeley.com/about/

Tahapan membuat Custom Style Mendeley Cite :

1. Penulis dapat mencari style berdasarkan nama dan contoh pola sitasi dan referensi, kemudian jika sudah ditemukan yang paling cocok dapat di klik style tersebut. 

2. Klik edit style

3. Jika sudah silahkan klik menu style di pojok kiri atas, pilih menu save as style

4. Kemudian copy link yang muncul, dan paste di halaman referensi pada Microsoft Word 

5. Cari menu Add Custom Style --> paste link --> update citation style

6. Klik menu Insert Bibliography pada halaman referensi di Microsoft Word

7. Cek dan atur gaya penulisan (jenis dan ukuran font, spasi, dll)

Penulisan rumus senyawa kimia harus sesuai dengan tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Bagi pelajar atau mahasiswa bidang IPA tentu sudah tidak asing dengan subskrip atau superskrip dalam penulisan rumus senyawa kimia tersebut. Subskrip dan superskrip adalah karakter penulisan pada masing-masing senyawa yang diatur sedikit ke bawah atau ke atas dari garis normal tulisan, yang biasanya ditampilkan lebih kecil dari pada teks normal. Angka atau huruf yang terletak di bawah garis normal tulisan disebut subskrip, sedangkan yang terletak di atas garis normal tulisan disebut superskrip. 


Menuliskan rumus senyawa kimia di halaman Ms.Word tentu sangat mudah karena sudah tersedia fitur untuk mensubskrip atau superskrip, seperti pada gambar di bawah ini:


Namun penulisan rumus senyawa kimia sedikit berbeda jika menggunakan aplikasi untuk mensitasi sumber artikel, khususnya pada penyusunan daftar pustaka. Salah satu aplikasi yang sangat familiar bagi para penulis atau peneliti adalah Mendeley. Aplikasi tersebut dapat membantu dan mempermudah mengelola sitasi artikel penelitian dan penyusunan daftar pustaka. Aplikasi Mendeley hanya dapat memahami teks bukan konteks. Sehingga masih terdapat penulisan rumus senyawa kimia yang harus diperbaiki.

Berikut adalah contoh susunan daftar pustaka dari aplikasi Mendeley yang mengandung penulisan rumus senyawa kimia (highlight warna kuning):


Menurut tata nama IUPAC, penulisan tersebut kurang sesuai dikarenakan angka yang terdapat pada unsur atau senyawa kimia masih memiliki ukuran yang sama dan letak penulisan yang sejajar dengan teks normal. Maka untuk membenarkannya penulis harus kembali ke halaman sumber artikel pada aplikasi Mendeley, kemudian menambahkan kode agar angka dalam rumus senyawa kimia dapat ter-subskrip atau superskrip, seperti di bawah ini:

Pada halaman artikel di aplikasi Mendeley (kotak merah) ditambahkan kode pada sebelum dan sesudah angka yang akan di-subskrip seperti berikut: <sub>angka</sub>. Sedangkan untuk superskrip menggunakan kode <sup>angka</sup>. 

Kemudian klik menu Sync pada icon Tab aplikasi Mendeley untuk sinkronisasi hasil pengeditan dan menghasilkan penulisan rumus senyawa kimia yang sesuai dengan aturan IUPAC:


Tahap terakhir yang dilakukan adalah me-refresh semua bibliografi yang sudah disitasi dan menghasilkan susunan daftar pustaka dengan penulisan rumus senyawa kimia yang benar sebagai berikut: 








 

Link youtube VSS 2022

Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Science Education Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Green-Sustainable Chemistry for A Better Future 

Day 1

https://www.youtube.com/watch?v=fo9rJY6Tme0&t=408s 


Day 2

https://www.youtube.com/watch?v=gtOhQVXwxHk&t=1036s 


Day 3

https://www.youtube.com/watch?v=S2lK43YWj_c 


Day 4

https://www.youtube.com/watch?v=PolXCs9i1kA 


Day 5 

https://www.youtube.com/watch?v=uzaYyELz02A 


Day 6 

https://www.youtube.com/watch?v=sX8gDa6u2Pw 



pict source: https://id.pinterest.com/pin/775745104538560702/

 Alat:

  1. Hand refractometer
  2. Spatula
  3. Lampu
  4. Botol Semprot

Bahan: 

  1. Sampel liquid
  2. Aquades

Tahap analisa:

  • Siapkan hand refractometer
  • bersihkan permukaan kaca dengan aquades
  • keringkan dengan tisu sampai bersih
  • lakukan proses kalibrasi

Semprotkan aquades ke atas permukaan kaca prisma hand refractometer, kemudian tutup. Nyalakan lampu duduk dan arahkan hand refractometer ke arah lampu. Lihatlah angka yang terbaca (nilai 0). Kalibrasi selesai. 

  • keringkan permukaan kaca prisma dengan tisu bersih
  • letakkan sampel cair di atas permukaan kaca
  • tutup kaca 
  • atur range skala pengukurannya:

no 1. skala brix 0-42%

no 2. skala brix 42-71%

no 3. skala brix 71-90%

  • nyalakan lampu duduk dan arahkan hand refractometer di atasnya
  • lakukan pembacaan angka pada sampel